Pembobol Kasda Semarang Dihukum Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Ilustrasi (Solopos - Whisnupaksa Kridangkara)
09 Juli 2019 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Mantan Kepala UPTD Kas Daerah (Kasda) Kota Semarang, Dody Kristyanto, diputuskan bersalah dalam kasus hilangnya dana kas daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang seharusnya tersimpan di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) senilai Rp26,7 miliar. Ia dijatuhi hukuman 2 tahun dan 8 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (8/7/2019).

Putusan yang dibacakan Hakim Ketua, Antonius Widjantono, lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa penuntut umum, Zahri Aenawati, menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda Rp50 juta yang jika tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama 2 bulan.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," katanya.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama dengan mantan pegawai BTPN, Diah Ayu Kusumaningrum.

Diah Ayu merupakan karyawan BTPN yang ditugasi mengatur penyimpanan dana yang bersumber dari APBD Kota Semarang. Diah Ayu sudah dijatuhi hukuman dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara mencapai Rp21,7 miliar itu.

Meski kerugiannya mencapai puluhan miliar, terdakwa tidak dibebani untuk membayar uang pengganti kerugian negara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara