Java International Folklore Meriahkan Festival Sindoro Sumbing, Simak Jadwalnya...

Ilustrasi Java International Folkfore. (Instagram humaspemkabtemanggung)
09 Juli 2019 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Java International Folklore (Jifolk) bakal memeriahkan Festival Sindoro Sumbing, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), yang digelar akhir pekan ini, Jumat-Minggu (12-14/7/2019).

Direktur Festival Sindoro Sumbing, Imam Abdul Rofiq, mengatakan Jifolk yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Temanggung itu merupakan acara pertunjukan folklor tingkat internasional dengan konsep kelestarian, kearifan lokal dan kolaborasi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan kekayaan budaya rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Ada sederet artis maupun pertunjukan seni yang akan tampil dalam event itu, seperti tari barong dari Blora, lengger (Banyumas), kethek ogling (Wonogiri), sasando (Flores), kecak (Bali), rampak kendang (Jawa Barat),  ASEAN Contemporary Dance, yang diikuti para penari dari negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Selain panggung pertunjukan, Jifolk juga akan dilengkapi dengan stan kuliner tradisional sehat serta pameran tentang folklor Temanggung.

Imam menuturkan melalui Jifolk, pelaku seni lokal Temanggung akan mendapatkan wadah untuk membagikan kesenian-kesenian yang selama ini dilestarikan kepada masyarakat sekitar.

Menurut dia, dengan adanya event itu para pelaku seni lokal akan semakin bersemangat dalam berlatih dan mengembangkan kesenian yang didalami.

Ia menuturkan hal itu selaras dengan kesepakatan yang dicapai dalam acara Festival Sindoro Sumbing sebelumnya, yaitu sarasehan budaya dan workshop kostum jaran kepang.

Selain itu, katanya, para pegiat seni dan kebudayaan di Temanggung akan mendapat kesempatan untuk saling bertemu dan belajar dengan pegiat seni dari daerah lain di Indonesia, bahkan mancanegara.

“Melalui kegiatan ini, para seniman sekaligus penonton diharapkan akan semakin mencintai buaya lokal sekaligus percaya diri jika kebudayaan lokal bisa bersanding dengan budaya daerah lain maupun negara lain,” ujar Imam.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara