PPDB Online SMA Jateng Sisakan 4.639 Kursi

Orang tua siwa mengadukan pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA 2019 di Kantor Dewan Pendidikan Kota Solo, Solo, Selasa (2/7 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 Juli 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 4.693 kursi siswa baru di sekolah menengah atas (SMA) negeri di Jawa Tengah (Jateng) dipastikan kosong atau tidak terisi. Kekosongan siswa itu kemungkinan dialami SMA negeri yang berada di daerah pinggiran karena sepinya peminat saat proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019.

Dari data yang diterima Semarangpos.com, pada PPDB  online SMA Negeri di Jateng total ada 123.645 kursi yang diperebutkan. Namun, hingga akhir PPDB online SMAN di Jateng, Selasa (9/7/2019), baru sekitar 115.908 kursi yang telah terisi.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membenarkan adanya kekosongan kursi atau siswa yang terjadi pada PPDB online SMAN kali ini. Meski demikian, dia tak bisa berbuat apa-apa karena kekosongan itu lebih disebabkan sepinya peminat.

“Kursi kosong ya sudah kita biarkan, karena memang tidak ada pendaftar. Kebanyakan, sekolah yang kursinya kosong itu berada di daerah pinggiran. Semuanya di daerah kabupaten, tidak ada yang di kota,” ujar Ganjar, Rabu (10/7/2019).

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv, menilai kekosongan siswa di sekolah negeri itu membuktikan bahwa masyarakat tidak lagi menjadikan sekolah negeri sebagai tolak ukur pendidikan. Mereka tidak masalah jika harus bersekolah di swasta, asal sekolah tersebut merupakan sekolah favorit atau yang diinginkan.

“Seperti di daerah pinggiran, di Kendal dan Brebes. Di sana ada sekolah negeri yang memberikan kuota empat kelas. Tapi, masyarakat sekitar tidak ada yang berminat, sehingga tetap saja kosong,” ujar Zen.

Kendati masih banyak kursi sekolah negeri yang kosong, Zen menilai kondisinya jauh lebih baik dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu kursi kosong mencapai 6.000, sekarang hanya 4.000. Berarti ada penurunan. Kursi kosong ini ya dibiarkan saja, karena [PPDB] sudah selesai juga. Mau diisi seperti apa juga enggak masalah. Toh, bukan kosong melompong,” terang politikus PKB itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya