Kerugian Robohnya Crane Tanjung Emas Rp60 M

Koordinasi stakeholder pelabuhan atas robohnya container crane Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (Bisnis/Pelindo III).
17 Juli 2019 18:50 WIB Sri Mas Sari & Hendra Wibawa Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia III memperkirakan nilai kerugian akibat robohnya container crane di Terminal Peti Kemas Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah akibat ditabrak MV Soul of Luck sekurang-kurangnya Rp60 miliar.

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Doso Agung mengatakan bahwa nilai Rp60 miliar itu merupakan kerugian secara keseluruhan akibat kecelakaan yang menyebabkan satu container crane TPKS roboh menimpa satu head truck pada Minggu (14/7/2019) petang. "Namun, ini baru perkiraan awal," katanya dalam siaran pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Jakarta, Senin (15/7/2019)

Menurutnya, Pelindo III akan menempuh dua cara untuk membuat pelayanan bongkar muat di TPKS kembali normal. Pertama, saat proses evakuasi container crane (CC) 03 yang ambruk selama 4 hari-5 hari ke depan, imbuhnya, Pelindo III memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, tetapi hanya bergeser jam. 

Kedua, memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu sekitar dua pekan pascakejadian. 

Robohnya container crane di Tanjung Emas Semarang, (Facebook/Ditjen Perhubungan Laut)

Doso berharap kedua cara itu bisa menjaga jadwal pelayanan kapal peti kemas internasional dan domestik di TPKS beroperasi normal seperti sediakala. “Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik, akan dilakukan penambahan peralatan sebelum CC pengganti tiba,” ujarnya.

Ketua DPC INSA Semarang Ridwan mengapresiasi respons cepat dan kompak dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut. “Hanya butuh tiga jam untuk kembali beroperasi normal atau sekitar setengah sembilan malam sudah dikerjakan lagi. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota kami lainnya yang sedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar,” jelasnya.

Pada masa mendatang, Ridwan mengingatkan bahwa tetap ada hal terpenting yaitu langkah antisipasi. Untuk langkah teknis, menurutnya, yang terpenting, yaitu segera menyingkirkan CC yang roboh keluar terminal agar alur truk tidak terhambat.

“Bahkan pekan depan kami diajak simulasi dengan enam crane yang beroperasi di TPKS agar produktivitasnya tetap baik. Semoga penanganan segera terlaksana dengan baik,” tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis