Mantan Ketua PN Semarang Diperiksa Hakim Kasus Suap Hakim Lasito

Mantan ketua PN Semarang Purwono Edi Santosa diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (16/7 - 2019). (Antara/I.C.Senjaya)
17 Juli 2019 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mantan ketua Pengadilan Negeri (PN) Semarang Purwono Edi Santosa diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap bupati nonaktif Jepara Ahmad Marzuqi terhadap hakim Lasito di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/7/2019).

Hakim pengadilan tinggi tersebut diperiksa berkaitan dengan penunjukkan Lasito sebagai hakim tunggal yang mengadili permohonan praperadilan yang diajukan Ahmad Marzuqi serta perihal upaya peningkatan akreditasi Pengadilan Negeri Semarang.

Menurut Purwono, penunjukan Lasito sebagai hakim yang menangani praperadilan Marzuqi sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Penunjukan Pak Lasito sesuai dengan giliran hakim yang menangani perkara di pengadilan," katanya dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Aloysius Priharnoto Bayuaji.

Menurut dia, ketua pengadilan tidak mengintervensi perkara setelah penunjukan hakim dilakukan.  Dalam keterangannya berkaitan dengan upaya peningkatan status akreditasi PN Semarang, ia juga menjelaskan ada pembiayaan senilai Rp44 juta yang berasal dari DIPA APBN 2017. Namun, Purwono tidak mengetahui detail kebutuhan pembiayaan untuk optimalisasi sumber daya yang ada dalam rangka peningkatan akreditasi itu.

Ia membenarkan tentang adanya pembangunan dua gerbang gapura di PN Semarang, renovasi kusen pada empat ruang sidang, pengadaan sejumlah pendingin ruangan, hingga perbaikan kamar mandi. Namun, Purwono mengatakan detil pengalokasian anggaran berada di sekretaris PN Semarang selaku kuasa pengguna anggaran.

Selain Purwono, pengadilan juga meminta keterangan Soeparno, salah satu hakim PN Semarang yang bertanggung jawab pada bagian pembenahan administrasi saat program peningkatan akreditasi. Soeparno membenarkan jika Purwono pernah menyampaikan agar para hakim membantu pembiayaan dalam kaitannya dengan program akreditasi ini.

"Tidak tahu uangnya dari mana. Karena perintah atasan ya laksanakan saja," katanya.

Hakim Lasito didakwa menerima suap dari Ahmad Marzuqi senilai Rp500 juta dan US$16.000. Suap tersebut berkaitan dengan pengajuan praperadilan Marzuki atas status tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan partai politik di Kabupaten Jepara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara