Reaktivasi 4 Jalur KA Jateng, Begini Reaksi DPRD...

Jalur kereta api Banjar/Pangandaran. (Antara/Adeng Bustomi)
18 Juli 2019 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — DPRD Jawa Tengah mendukung upaya pemerintah mempercepat reaktivasi jalur-jalur kereta api di beberapa daerah provinsi tersebut. Diakui reaktivasi jalur besi itu teradang berkembangnya lahan perkeretaapian menjadi kawasan terbangun.

"Reaktivasi jalur rel kereta api di sejumlah daerah di Jateng menjadi sebuah keharusan, peran moda kereta api perlu ditingkatkan dalam mendukung perbaikan kinerja layanan transportasi publik dan peningkatan logistik nasional," kata Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/7/2019).

Menurut dia, kereta api adalah pilihan moda transportasi unggulan dan kebutuhan lahannya pun terbilang lebih kecil dibandingkan pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol. Ia menyebutkan dari rencana induk perkeretaapian 2018, jalur yang direaktivasi adalah Demak-Kudus-Pati-Juwana-Rembang, serta jalur Kedungjati-Semarang-Temanggung-Magelang-Jogja. Jalur lain yang masuk rencana reaktivasi itu adalah Purwokerto-Wonosobo, dan Magelang-Purworejo-Wonosobo.

Kendati demikian, ia mengakui ada permasalahan yang muncul terkait reaktivasi jalur kereta api seperti perubahan pertumbuhan kawasan dan penyediaan lahan baik untuk stasiun dan rel kereta api. "Beberapa bekas jalur rel saat ini sudah berkembang menjadi kawasan terbangun, sehingga sulit untuk melakukan reaktivasi jalur," ujarnya.

Jajaran eksekutif Pemprov Jateng terus berupaya melakukan percepatan, apalagi dari pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi jalur ini sudah melakukan analisis tata ruang untuk kemudian tinggal disinkronkan. Mengenai potensi pembebasan lahan dan penertiban, sebelumnya akan dibuatkan feasibility study (FS) atau studi kelayakan sehingga pembangunan fisiknya bisa kapan saja dimulai.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara