Plastik dari Singkong Curi Perhatian Ganjar di HLHS

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (tengah), antusias mendengar penjelasan terkait bio-plastik berbahan singkong inovasi perusahaan asal Sukoharjo saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Salatiga, Rabu (17/7 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
18 Juli 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SALATIGA — Sampah plastik selama ini menjadi permasalahan bagi pelestarian lingkungan. Selain jumlahnya yang terus menumpuk, sampah dari plastik butuh waktu hingga puluhan tahun untuk bisa terurai.

Permasalah sampah plastik ini bahkan sempat membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meradang. Hal itu dikarenakan Indonesia menjadi negara kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik.

Namun, secercah harapan untuk menyelesaikan permasalahan sampah plastik itu rupanya mulai terlihat. Salah satunya terlihat saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) di Taman Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (17/7/2019).

Dalam acara itu dipamerkan berbagai produk inovasi dan kreasi lingkungan hidup. Salah satunya plastik yang terbuat dari singkong.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang hadir dalam acara tersebut juga penasaran dengan plastik unik itu. Ia pun langsung mengorek informasi dari perusahaan yang membuat plastik yang disebut sebagai bio-plastik itu.

"Siapa ini yang buat, ayo sini maju ke depan," tanya Ganjar dalam acara tersebut.

Direktur Sinar Jaya Plastindo, Whelly Sujono, kemudian berlari mendekati Ganjar. Di tangannya sudah menenteng plastik hasil olahan dari perusahaannya.

"Ini namanya bio plastik pak, ini bahannya dari singkong. Plastik ini ramah lingkungan, hanya dalam waktu sepekan saja, bisa langsung terurai," jelas Whelly kepada Ganjar.

Whelly menerangkan, perusahaan yang terletak di Kabupaten Sukoharjo itu telah memproduksi plastik sejak 14 tahun lalu. Whelly mengakui, bahwa selama ini perusahannya menjadi salah satu penyumbang sampah plastik di Indonesia.

"Produk bio-plastik ini kami buat sebagai penebus dosa, karena kami telah ikut mengotori bumi Indonesia,” ujarnya.

Selama ini, produk bio-plastik sudah digunakan di sejumlah rumah sakit di Indonesia. Pihaknya juga sedang berjuang untuk memasarkan produknya ke mal, toko retail modern, dan pusat-pusat perbelanjaan.

Ganjar sendiri mengapresiasi langkah Whelly membuat plastik yang ramah lingkungan. Apalagi, produk itu muncul atas kesadaran perusahaan untuk bertanggungjawab terhadap lingkungan.

"Kalau misal kami buat kebijakan, tahun depan 50% plastik harus menggunakan bio-plastik, maka ini akan menjadi gerakan mengurangi sampah plastik. Dan 2-5 tahun kemudian bisa 100%,” ujar Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya