Menpora Dorong Jateng Gelar Tour de Dieng

Ilustrasi tour balap sepeda. (Antara/Ahmad Subaidi)
19 Juli 2019 04:50 WIB Hafiyyan Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) mendorong Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan event balap sepeda berskala internasional, Tour de Dieng. Keinginan itu disampaikan langsung Menpora Imam Nahrawi yang mengingatkan Jateng sebelumnya sudah terkenal dengan acara olah raga berskala internasional Borobudur Marathon.

Ke depannya, Kemenpora akan mendorong penyelenggaraan balap sepeda Tour de Dieng, seperti acara sudah berjalan seperti Tour de Singkarak di Sumatra Barat, dan Tour de Banyuwangi Ijen. “Saya ingin ada Tour de Dieng di Wonosobo ke depannya. Harus ada itu, karena sangat bagus potensinya,” tuturnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di sela-sela acara pembukaan Asean Schools Games (ASG) 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2019).

Jawa Tengah memiliki banyak destinasi potensial untuk agenda olah raga, bahkan yang berskala internasional. Kondisi alam dan cagar budaya yang ada mendukung pengembangan wisata olah raga. Selain itu, pimpinan daerah seperti gubernur dan wali kota pun menyadari dampak positif penyelenggaraan wisata olah raga kepada masyarakat serta perekonomian daerah.

“Jawa Tengah memiliki banyak tempat destinasi potensial, kondisi alamnya indah, sehingga cocok untuk event olah raga internasional. Ini juga akan mendorong investasi,” imbuhnya.

Pergelaran ASG ke-11 di Semarang yang berlangsung 18—24 Juli 2019 diikuti perwakilan 10 negara di Asia Tenggara, dan Mongolia sebagai tamu. Ada 9 cabang olah raga yang dipertandingkan, yakni renang, atletik, bulu tangkis, bola basket, bola voli, sepak takraw, tenis meha, dan pencak silat. Semarang memang tengah menggiatkan acara olah raga. Sebelumnya, pada 13-14 Juli 2019, ibu kota Jateng ini menjadi tuan rumah kejuaraan dunia motocross MXGP 2019, yang diikuti 41 pembalap dari 18 negara.

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Yuni Poerwanti mengatakan, selain acara olah raga sebagai sajian utama, kemeriahan agenda internasional seperti ASG 2019 juga didukung oleh pameran produk khas daerah. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, agar setiap kegiatan besar harus bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dampak positifnya terasa.

“Jadi, event olah raga ini juga menjadi industri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, acara olah raga berskala internasional dapat merajut hubungan persaudaraan bilateral antar negara. Secara otomatis hal tersebut juga dapat menarik minat pengunjung ke daerah yang menjadi tempat penyelenggara, yakni Semarang khususnya, dan Jateng umumnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis