Pesilat Jateng Beri Kado Ultah Ibu Medali Emas

Pesilat Jateng, Kurnia Fatma Amanah, berpose di podium juara seusai memenangi kelas C putri ASEAN Schools Games di Hotel Patra, Semarang, Senin (22/7 - 2019).
23 Juli 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Kurnia Fatma Amanah tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dia bahkan sempat menitikan air mata bahagia sesaat setelah menerima pengalungan medali ASEAN Schools Games (ASG) di Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (22/7/2019) sore.

Siswi kelas XII SMAN 11 Semarang itu memang pantas bahagia. Ia baru saja meraih kemenangan atas pesilat Malaysia, Nor Syakirah, pada kelas C (47-51 kg) putri ASG 2019.

Kurnia nyaris menelan kekalahan dalam pertarungan itu. Ia sempat tertinggal di babak pertama.

Namun, pesilat kelahiran Banyumas, 9 September 2002, itu bangkit. Ia mengubah strategi untuk mengatasi serangan impresif lawan hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-1.

“Tadi sempat grogi di awal, jadi kebanting terus. Di babak kedua saya ubah strategi. Saya main jaga jarak dan lepaskan serangan satu-satu untuk ganggu konsentrasi lawan,” ujar Kurnia seusai prosesi pengalungan medali.

Kurnia pun senang bisa mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada ASG 2019. Apalagi itu merupakan emas kali pertama yang diraih di kancah internasional.

Remaja berusia 16 tahun itu juga menganggap emas yang diraihnya itu terasa spesial. Hal itu dikarenakan, pencapaiannya itu diraih sehari sebelum ibunya berulang tahun.

“Emas ini kado buat ibu. Besok [Selasa, 23 Juli] ibu ulang tahun. Dia enggak bisa ke sini, tapi selalu memberikan doa dan dukungan dari rumah,” ujar putri pasangan Suyitno dan Harmini itu.

1-2Pesilat Jawa Tengah, Kurnia Fatma Amanah (sabuk merah), saat menghadapi pesilat Malaysia, Nor Syakirah, pada partai final kelas C putri ASEAN Schools Games XI di Hotel Patra, Semarang, Senin (22/7/2019).

3 Emas

Raihan emas yang diperoleh Kurnia itu menjadi yang kedua dipersembahkan tim pencak silat pelajar Indonesia pada ASG 2019. Sebelumnya emas dipersembahkan pesilat asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, M. Zaki Zakrillah, yang tampil di kelas C putra, setelah mengalahkan pesilat Thailand, M.R. Jirat Janpet, dengan skor 5-0.

Pelatih silat Indonesia untuk ASG 2019, Sigit Infantoro, mengatakan total pada Senin ini, pencak silat Indonesia sukses mempersembahkan tiga emas dan satu perunggu. Selain dari Kurnia dan Zaki, emas lainnya juga dipersembahkan dari I Gede Arya yang turun di kelas E (55-59 kg) putra.

“Target kami kalau bisa memenangi emas sebanyak mungkin. Tapi, memang dari pemerintah menargetkan kami meraih enam emas dari 10 nomor yang dipertandingkan,” ujar Sigit.

Sigit menambahkan pada Selasa ini Indonesia berpotensi menambah empat medali emas lagi. Masing-masing dipersembahkan dari kelas F (59-63 kg) putra, E (55-59 kg) putri, dan kategori tunggal putra maupun putri.

“Final F putra kita ketemu Laos dan E putri ketemu Thailand. Jika tidak ada halangan, semoga kita bisa merebut semua emas,” ujar pelatih asal Sukoharjo itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya