Ini Kunci Sukses Indonesia Rebut Juara Umum ASEAN School Games…

Para atlet bola voli putra Indonesia mendapat ucapan selamat dari penonton meski pun kalah dari Thailand 0-3 pada final ASEAN School Games di GOR UIN Walisanga, Kota Semarang, Selasa (23/7 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
24 Juli 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Indonesia memastikan gelar juara umum pada ASEAN School Games (ASG) XI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 18-25 Juli.

Torehan 43 emas, 34 perak, dan 24 perunggu, membuat Skuat Merah Putih unggul jauh atas lawan-lawannya. Thailand yang sudah lima kali meraih gelar juara, harus puas di urutan kedua dengan 33 emas, 30 perak, dan 33 perunggu.

Sementara juara ASG tahun lalu, Malaysia, menempati peringkat ketiga dengan pencapaian 18 emas, 25 perak, dan 33 perunggu.

Chief de Mission Kontingen Indonesia, Yayan Rubaeni, mengaku puas dengan pencapaian para atlet pelajar Indonesia. Ia menilai faktor tuan rumah dan kesiapan yang matang menjadi kunci sukses Indonesia mampu merebut gelar juara ASG untuk kali kedua.

“Ini berkat kerja keras atlet semuanya. Mereka mampu menunjukkan kemampuan untuk meraih juara,” ujar Yayan saat dijumpai Semarangpos.com seusai menyaksikan laga final tim bola voli putra Indonesia kontra Thailand di GOR Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Selasa (23/7/2019) sore.

Yayan mengungkapkan sebelum event olahraga antarpelajar se-Asia Tenggara itu digelar, Indonesia memang sudah melakukan persiapan yang cukup matang. Bahkan, Indonesia sudah menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) di Semarang sejak 29 Juni atau dua pekan sebelum event ASG digelar.

“Dengan persiapan yang matang itu, para atlet jadi lebih familiar dengan kondisi lingkungan tempat bertanding. Keunggulan mengenal kondisi venue pertandingan dibanding atlet kontingen lain dimanfaatkan dengan maksimal oleh atlet kita,” ujar Yayan.

Yayan menambahkan selain meraih juara umum, atlet Indonesia juga mampu melampau target yang dibebankan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dari target perolehan emas yang dibebankan sebanyak 38 keping, Skuat Merah Putih mampu mengumpulkan 43 emas.

Pundi-pundi emas Indonesia paling banyak disumbangkan dari cabor renang dan atletik. Atletik mampu menyumbang 11 emas dari 8 emas yang ditargetkan. Sementara, renang menyumbang 13 emas atau dua emas lebih banyak dari target yang dibebankan.

Selain renang dan atletik, perolehan medali emas Indonesia juga disumbangkan dari cabor bulu tangkis, pencak silat, dan tenis. Di cabang bulu tangkis, Indonesia mampu menyapu bersih 7 emas yang diperebutkan.

Sementara di pencak silat, Indonesia mampu meraih 7 emas dari 5 emas yang ditargetkan. Sedangkan dari tenis, Indonesia meraih 4 emas atau dua emas lebih banyak dari target.

 KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya