Duniatex Terlilit Utang, Pemprov Jateng Angkat Bicara

Kegiatan produksi di industri tekstil Duniatex, Karanganyar, Jateng. (duniatex.com)
24 Juli 2019 10:50 WIB Hafiyyan Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah angkat bicara mengenai permasalahan utang yang mendera perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) Duniatex Group.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo mengungkapkan permasalahan yang terjadi di Duniatex Group tidak menggambarkan kondisi industri TPT Jateng yang cenderung bertumbuh. “Duniatex ini jangan-jangan salah strategi melakukan proyeksi. Jadi, gejala yang terjadi di Duniatex tidak menggambarkan industri TPT di Jateng secara umum,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (23/7/2019).

Mengutip data BPS, pada Januari-Mei 2019, nilai ekspor TPT Jateng mencapai US$1.541,88 juta, tumbuh 6,44% year on year (yoy) dari periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai US$1.448,64 juta. Dalam lima bulan pertama 2019, TPT berkontribusi terhadap 43,12% total ekspor Jateng.

Kontribusi tersebut meningkat dari rata-rata 2018 sebesar 43,09%. Ia bahkan mengklaim utilisasi pabrik TPT di Jateng masih cukup tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan, terutama untuk pasar ekspor.

Sedang ramai diberitakan, perusahaan tekstil yang berbasis di Karanganyar, Duniatex Group, mengalami permasalahan utang. Anak usahanya, PT Duta Merlin Dunia Textile (DMDT) dikabarkan gagal membayar bunga dan pokok surat utang dengan total nilai US$11 juta, yang jatuh tempo pada 10 Juli 2019.

Nilai obligasi DMDT mencapai US$300 juta dengan tenor lima tahun dan kupon 8,625%. Surat utang itu diterbitkan pada Maret 2019.

DMDT juga menarik kredit sebesar Rp5,25 triliun dan US$362,3 juta pada 2018 dari sejumlah perbankan. Menurut sumber Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), sejumlah bank bahkan tengah merestrukturisasi utang Duniatex Group senilai Rp17 triliun.

Menurut keterangan di situs perusahaan, Duniatex adalah produsen tekstil terbesar di Indonesia, yang berfokus pada pemintalan, pertenunan, pencelupan, dan finishing. Perusahaan ini terdiri atas 18 perseroan terbatas (PT) yang tersebar di beberapa lokasi dengan luas lahan lebih dari 150 ha.

Duniatex telah mencapai Sertifikasi Standar Mutu ISO: 9001: 2000 dengan dukungan lebih dari 40.000 pekerja. Pelanggan perusahaan tersebar di beberapa negara di empat benua yang berbeda, yakni Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis