6 Bulan, Imigrasi Jateng Deportasi 70 WNA

Ilustrasi pemeriksaan warga negara China yang akan dideportasi ke negaranya. (Antara/Nyoman Budhiana)
24 Juli 2019 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Jawa Tengah mendeportasi 70 warga negara asing (WNA) sejak Januari hingga Juni 2019 atau dalam kurun waktu enam bulan saja.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng Ramli H.S. mengatakan mereka yang dideportasi sebagian besar dari China, jumlahnya sekitar 34 orang. "Mereka bekerja di sejumlah perusahaan di Jawa Tengah," katanya seusai Rapat dan Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat kota dan kecamatan Kota Magelang, Selasa (23/7/2019).

Menurut dia, mereka yang dideportasi tersebut karena menyalahgunakan perizinan keimigrasian. Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan.

"Terkait dengan menyalahgunakan perizinan ini, Imigrasi misalnya memberikan izin untuk kunjungan wisata, tetapi setelah itu mereka di sini melakukan kegiatan bekerja. Nah oleh karena itu, terhadap kegiatan-kegiatan ini tentunya petugas Imigrasi melakukan penegakan hukum sesuai dengan kewenangannya,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 2 Wonosobo I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim dalam sambutan Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) mengatakan diketahui bersama pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan, dan pemerintah telah mengambil kebijakan untuk kembali menambah jumlah negara-negara subjek Bebas Visa Kunjungan, hingga saat ini berjumlah total 169 negara.

Dalam pertimbangannya disebutkan bahwa kebijakan ini perlu diambil untuk meningkatkan hubungan antara Republik Indonesia dengan negara lain, dan juga dalam rangka memberikan manfaat yang lebih dalam peningkatan perekonomian pada umumnya dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada khususnya. Ia menuturkan rekayasa kondisi untuk peningkatan people-to-people contact melalui kebijakan Bebas Visa Kunjungan tentunya harus juga diiringi dengan upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapan seluruh pihak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara