Kondisi Pasar Properti Semarang Bertahan Kelabu

Pameran Property Ekspo ke/4 di Mal Paragon Semarang. (Bisnis/Alif Nazzala Rizki)
24 Juli 2019 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kondisi pasar properti Semarang bertahan kelabu. Pameran Property Ekspo Semarang Ke4 yang berlangsung di Mal Paragon Kota Semarang belum menunjukkan tren yang lebih menggembirakan dibanding sebelumnya.

Pada pameran properti yang digelar selama 12 hari, Rabu-Minggu (10-21/7/2019), di Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut hanya terjual 19 unit rumah. Delapan pengembang dan dua pendukung yang tampil dalam pameran tersebut nyatanya belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan rumah.

Ketua Panitia Property Ekspo Semarang Dibya K. Hidayat mengatakan tren penjualan rumah hingga pertengahan tahun ini kurang bagus. Sebab, pada awal pameran Property Ekspo Semarang pertama di tahun 2019, rumah terjual 41 unit.

"Meskipun mengalami penurunan, tapi pembelian untuk tipe rumah menengah keatas cukup mendominasi dengan harga rata-rata di atas Rp1 miliar," kata Dibya, Selasa (23/7/2019).

Di sisi lain, lanjut dia, pasar milenial sangat prospektif sehingga harus segera diantisipasi pemerintahan maupun perbankan dengan regulasi yang tepat. Generasi milenial, lanjutnya, dalam membeli rumah juga tidak terlalu pemilih. Asal dia menyukainya maka ia bisa saja langsung membeli rumah yang ditemukannya.

"Permintaan milenial sebentar lagi ke sana (membeli rumah), dalam waktu dekat. Mereka generasi yang berkembang pesat. Rumah tidak pilih-pilih, sesuai yang disuka," katanya.

Lebih lanjut, Dibya berharap kepada perbankan untuk menyediakan KPR dengan jangka waktu panjang. Hal tersebut untuk mengakomodir para generasi muda yang ingin segera memiliki rumah sendiri.

"Kalau kami dari pengembang pengennya ada KPR sampai 30 atau 35 tahun untuk para milenial. Jika itu terlaksana pasti akan menarik dan diharapkan mendongkrak penjualan rumah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis