Ganjar Pranowo Pilih Engklek daripada Berpidato di Hari Anak Nasional

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyaksikan anak-anak bermain permainan tradisional engklek pada Peringatan Hari Anak Nasional 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/7 - 2019). (Antara/Humas Pemprov Jateng)
24 Juli 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memilih melakukan permainan tradisional engklek bersama anak-anak daripada berpidato pada Peringatan Hari Anak Nasional 2019 di Grand Maerakaca, Kota Semarang, Jateng, Selasa (23/7/2019).

Saat panitia mempersilakan menyampaikan pidato sambutan peringatan Hari Anak Nasional itu, Gubernur Ganjar justru berjalan menuju depan panggung dan dengan menggunakan kapur tulis, pria berambut putih itu terlihat menggambar sesuatu di batako. Gambar belum jadi seluruhnya, Ganjar meminta anak-anak TK dan SD maju mendekat serta menanyakan tentang gambar tersebut.

"Ada yang tahu gambar ini?" tanyanya.

Mendengar pertanyaan itu, anak-anak kompak menjawab. "Engklek!" teriak anak-anak.

Salah seorang siswa SD Terang Bangsa bernama Yeski Alputra Emas kemudian diminta meneruskan gambar yang menjadi sarana permainan engklek sehingga menjadi tujuh kotak bersambung membentuk pesawat terbang. Gubernur Ganjar tampak senang melihat anak-anak masih banyak yang bisa permainan tradisional engklek di tengah kemajuan zaman dan teknologi.

"Sebenarnya ketika anak-anak berkumpul, mereka masih bermain permainan tradisional, meskipun sekarang 'gadget' (gawai) sudah banyak, namun mereka tidak lupa dengan permainan ini, sehingga mereka punya kohesi dengan teman-teman seusianya," katanya.

Menurut dia, tugas pemerintah, lingkungan, dan orang tua menjaga keceriaan anak-anak. "Orang tua harus memberi teladan yang baik, sekaligus menjadi benteng akan pengaruh negatif kemajuan teknologi. Hati-hati, ada banyak bahaya, seperti narkoba, bullying [perundungan], paham radikal yang ada di media sosial, orang tua harus mengawasi itu," ujarnya.

Ganjar juga menyoroti persoalan Anak Dengan HIV/AIDs (ADHA) di Jawa Tengah, di mana berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jateng berada di peringkat empat jumlah ADHA terbanyak. Perinciannya, Papua 536 anak, Jatim 421 anak, Jabar 320 anak, Jateng 308 anak, dan DKI Jakarta 304 anak.

"Di samping negara, pemerintah dan orang tua membantu mereka dalam proses pengobatan, kita juga harus memastikan ADHA bisa bergaul dengan teman-temannya agar mereka tetap memiliki teman, tidak diasingkan dan secara psikologis mereka merasa ada," katanya.

Selain bermain engklek, Gubernur Ganjar juga meminta satu per satu anak-anak unjuk penampilan menyanyikan lagu kebangsaan, mengaji Surat Al Kautsar, sedangkan anak yang berani tampil mendapatkan beragam hadiah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara