Habis Mandi Keringat, Atlet ASEAN School Games Nikmati Kemegahan Borobudur

Para perwakilan negara peserta saat mengikuti proses penutupan ASEAN School Games di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Rabu (24/7 - 2019). (Semarangpos.com/Diskominfo Jateng)
25 Juli 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menguras tenaga dan bermandikan peluh baru saja dilakoni para atlet pelajar dari 10 negara Asia Tenggara pada ASEAN School Games (ASG) XI 2019. Seusai melakoni pertandingan, para atlet itu pun mendapat kesempatan menikmati keindahan wisata di Kota Semarang maupun Jawa Tengah (Jateng).

Satu hari sebelum kembali ke negaranya, Rabu (24/7/2019), para atlet peserta ASG 2019 itu pun mendapat tur ke objek wisata di Kota Semarang, seperti Kuil Sam Poo Kong dan Lawang Sewu.

Tur ini memang merupakan ciri khas penyelenggaraan ASG. Para peserta tak hanya berkompetisi di arena pertandingan, tapi juga diajak mengenal budaya kota penyelenggara, Semarang, Jateng.

Tur itu pun bertujuan agar para atlet, terutama yang berasal dari luar negeri akan membawa cerita baik tentang Semarang dan Indonesia saat kembali ke tanah air masing-masing.

Seusai melakukan tur di Semarang, para atlet pun melakukan perjalanan ke Candi Borobudur, Magelang. Mereka tak hanya berkesempatan menikmati kemegahan situs warisan dunia itu, tapi juga mengikuti seremoni penutupan ASG 2019 yang digelar di Taman Lumbini.

Seusai acara penutupan, para atlet pun berkesempatan menikmati matahari terbenam atau sunset di candi Buddha terbesar di dunia itu.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang hadir dalam acara penutupan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasinya dalam ASG 2019. Ia berharap agar kebersamaan dan persahabatan yang telah terjalin tidak surut setelah event berakhir.

“Selamat kepada seluruh pemenang. Segala peluh, waktu, serta dedikasi yang telah diberikan kini terbayar sudah. Bagi yang kalah, ingat bahwa yang terkuat bukanlah yang selalu menang. Tapi yang terkuat adalah yang tak pernah menyerah saat mereka kalah,” kata Ganjar.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Ni’am, menilai kerja sama antarnegara ASEAN tidak hanya dilakukan dalam hal perdagangan. Namun, kerja sama bisa ditingkatkan melalui olahraga.

 “Kerja sama antar negara ASEAN dapat ditingkatkan melalui olahraga, karena olahraga menjadi alat strategis dalam meningkatkan hubungan antarmanusia terutama di generasi muda,” ujar Asrorun Ni’am.

ASG merupakan multi-event olahraga tahunan yang mempertemukan atlet pelajar negara-negara anggota ASEAN. Tahun 2019 ini, Kota Semarang, Jateng ditunjuk sebagai tuan rumah selama hampir sepekan, mulai 18-25 Juli.

Dalam ajang ini, Indonesia tampil sebagai juara umum dengan meraih 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu. Sementara posisi kedua diraih Thailand, dengan 33 emas, 31 perak, dan 35 perunggu.

ASG pada tahun depan, yakni ke-12 akan digelar di Filipina. Kota Dumaguete yang terletak di Provinsi Negros Oriental akan menjadi tuan rumah penyelenggara ASG 2020.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya