S‎erius Tangani Global Warming, Jateng Buat 338 Kampung Iklim

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri Jambore Daerah Program Kampung Iklim Jawa Tengah di Magelang, Rabu (24/7 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
25 Juli 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Isu pemanasan global atau global warming menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Bukti keseriusan itu ditunjukkan Pemprov Jateng dengan memperbanyak pembentukan kampung iklim sesuai instruksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Program Kampung Iklim (Proklim).

Kepala Dinas LHK Jateng, Teguh Dwi Paryono, menyebutkan saat ini sudah ada 338 kampung iklim di Jateng. Jumlah itu bahkan tergolong paling banyak di antara provinsi lainnya di Indonesia.

"Kami akan terus tingkatkan keberadaan kampung iklim di Jateng. Dengan jumlah saat ini, Jateng menjadi daerah dengan kampung iklim terbanyak di Indonesia," kata Teguh saat acara Jambore Daerah Program Kampung Iklim Jawa Tengah di Magelang, Rabu (24/7/2019).‎

Untuk mempercepat pertumbuhan kampung iklim, Teguh mengaku telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan desa di Jateng. Dalam waktu dekat, jumlah kampung iklim di Jateng bakal bertambah dua kali lipat, mencapai 700 kampung.

Tingginya jumlah kampung iklim di Jateng ini mendapat apresiasi dari Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman. Ruanda menilai keseriusan Jateng dalam mengatasi persoalan global warming patut dicontoh.

"Saya bangga dengan Jateng, ada bukti nyata menghadapi permasalahan perubahan iklim, dengan adanya 338 kampung iklim," ucapnya

Menurut Ruanda Proklim merupakan upaya nyata dalam menghadapi pemanasan global. Dengan keterlibatan masyarakat menjaga iklim, seperti penanaman pohon, tidak membuang sampah sembarangan dan kegiatan lain, bumi akan semakin terjaga.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Selain kampung iklim, pada September nanti Jateng akan menggelar kongres sampah. Kami akan undang perusahaan, komunitas, masyarakat, pemerintah dan semua pihak untuk mengatasi persoalan sampah ini," ucapnya.‎

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya