77 Pelanggaran Pita Cukai Rokok Terungkap di Pati

Rokok ilegal yang disita tim KPPBC Kudus di sebuah bangunan di Desa Brantak Sekartaji, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (Antara/Istimewa)
25 Juli 2019 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, selama Januari hingga awal Juli 2019 berhasil mengungkap 77 kasus pelanggaran pita cukai rokok di beberapa daerah di wilayah Keresidenan Pati.

"Jumlah barang bukti yang disita mencapai 11.757.440 batang rokok dan tembakau iris sebanyak 2,43 juta gram," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Iman Prayitno melalui Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/7/2019).

Dari 11.757.440 batang rokok ilegal yang disita, kata dia, sekitar 11.752.560 batang merupakan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan 4.880 batang rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT). Sementara nilai dari barang yang disita tersebut, kata dia, mencapai Rp8,54 miliar. Potensi kerugian negara atas pelanggaran tersebut ditaksir mencapai Rp5,65 miliar.

Meskipun upaya penegahan rutin dilakukan, namun peredaran rokok ilegal masih saja terjadi. Hal itu terlihat dari hasil pengungkapan tim KPPBC Kudus, Selasa (9/7/2019), berhasil mengamankan 495.600 batang rokok jenis SKM yang diduga ilegal dari sejumlah bangunan di Desa Brantak Sekartaji, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Total bangunan yang diduga menjadi tempat pengemasan rokok ilegal mencapai sembilan bangunan. Pada tahun 2018, KPPBC Kudus berhasil mengungkap 69 kasus pelanggaran pita cukai rokok di beberapa daerah di wilayah Keresidenan Pati dengan dominasi pengungkapan kasus dari Kabupaten Jepara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara