Jateng Kuncurkan Rp10 Miliar untuk 10.000 Siswa Kurang Mampu

ilustrasi beasiswa. (pelajarindonesia.org)
26 Juli 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan dana Rp10 miliar untuk beasiswa 10.000 siswa kurang mampu di wilayahnya pada tahun ini. Beasiswa itu disiapkan agar tidak ada anak di Jateng yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jateng, Jumeri, menjelaskan 10.000 beasiswa itu diperuntukkan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Perinciannya, 1.000 beasiswa untuk siswa SLB, 4.000 beasiswa untuk siswa SMA dan 5.000 beasiswa untuk siswa SMK.

"Tahun ini kami menyiapkan 10.000 beasiswa untuk siswa miskin di Jateng. Nanti setiap anak akan mendapat beasiswa Rp1 juta per tahun," ujar Jumeri, Kamis (25/7/2019).

Jumeri mengatakan beasiswa tersebut berasal dari Bantuan Siswa Miskin (BSM) Pemprov Jateng. Selain BSM, ada beberapa program beasiswa lain seperti Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk sekolah negeri dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk sekolah swasta.

"Selain itu, ada pula program beasiswa dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Jateng. Itu jumlahnya justru lebih besar dari BSM, yakni Rp2,4 juta peranak per tahun," terangnya.

Dengan sejumlah beasiswa yang disediakan itu, Jumeri menilai tidak ada lagi alasan orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya karena tidak punya biaya.

"Beasiswa itu untuk semua siswa, baik sekolah negeri maupun swasta. Jadi yang saat kemarin PPDB banyak orang tua mengeluh tidak bisa menyekolahkan anaknya ke swasta karena tidak kebagian sekolah negeri, bisa mengajukan beasiswa itu," terangnya.

Untuk mendapatkan beasiswa dari sektor BSM, Bosda, BOP dan UPZ, lanjut Jumeri, syaratnya adalah siswa tersebut benar-benar miskin dan tidak menerima bantuan lain termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk pengajuannya, siswa diminta melapor kepada sekolah dan pihak sekolah yang akan mendaftarkannya ke dinas. Pihak sekolah juga diminta jeli dalam melakukan verifikasi, agar penerima beasiswa tidak salah sasaran.

Proses verifikasi sangat penting agar tidak terjadi penerimaan beasiswa ganda. Verifikasi itu dilakukan untuk memastikan beasiswa tepat sasaran.

Jumeri menambahkan beasiswa yang diberikan Pemprov Jateng itu memang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan siswa. Namun setidaknya, siswa akan terbantu dan ada kepedulian dari pemerintah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya