Semarang Rawan Kebakaran, Sehari Satu Kasus

Salah satu bangunan di kompleks Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Kamis (21/3 - 2019) dini hari, ludes terbakar. (Antara/I.C.Senjaya)
26 Juli 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Tingkat kerawanan kasus kebakaran di Kota Semarang terbilang tinggi. Bahkan jika dihitung secara rata-rata, kasus kebakaran di Kota Semarang terjadi satu kali setiap harinya.

Data yang diperoleh Semarangpos.com dari Dinas Kebakaran Kota Semarang menyebutkan sepanjang 2019, sudah ada 171 kasus kebakaran yang terjadi di ibu kota Jawa Tengah (Jateng) tersebut.

Jumlah itu lebih sedikit sekitar 42% dari total kasus kebakaran yang terjadi tahun lalu, yakni 400 kasus.

"Paling banyak kasus kebakaran terjadi saat musim kemarau seperti sekarang ini. Pada bulan Juni kemarin ada 42 kasus, bulan ini sudah ada 38 kasus," ujar Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Semarang, Trijoto Poejo Sakti, saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Kamis (25/7/2019).

Trijoto menambahkan dari kasus kebakaran sebanyak itu, paling banyak dipicu korsleting listrik dan rumput ilalang yang mengering dan mudah terbakar saat musim kemarau seperti saat ini.

Kebakaran akibat kerusakan sambungan listrik mencapai 74 kasus. Sedangkan, akibat pembakaran rumput ilalang sekitar 37 kasus.

"Makanya kami tidak bosan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan daerahnya. Seperti tidak membuang rokok sembarang, membakar sampah di dekat rumah, maupun selalu mengecek sambungan listriknya agar tidak terjadi korsleting, apalagi di musim kemarau seperti saat ini," imbuh Trijoto.

Meski kasus kebakaran di Semarang terbilang tinggi, Trijoto mengaku tidak banyak korban jiwa. Sepanjang 2019, ada satu korban yang nyawanya melayang akibat insiden kebakaran.

"Kalau yang mati akibat kebakaran tidak banyak. Di Semarang hanya ada satu orang, yakni korban kebakaran di Kelenteng Tay Kak Sie, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, akibat kebakaran yang terjadi sepanjang 2019 total kerugian yang sudah dialami mencapai Rp14.896.600.000. Sedangkan aset yang diselamatkan mencapai senilai Rp9.695.000.000.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya