DLH Semarang Bantah Pecat Tukang Sapu

Ilustrasi penyapu jalan. (Madiunpos.com)
26 Juli 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang membantah tudingan telah memecat penyapu jalan, Masril Pasaribu. Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, menyatakan pihaknya berhenti mempekerjakan Masril karena kontrak kerja yang bersangkutan telah habis.

“Namanya kontrak kan ada habisnya dan ada perpanjangan. Setelah dilakukan evaluasi, akhirnya kami memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Jadi bukan karena pemutusan hubungan kerja [PHK] secara sepihak,” ujar Sapto saat dihubungi Semarangpos.com.

Sebelumnya, Masril yang merupakan penyapu jalan mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah (Jateng), Senin (16/7/2019). Ia didampingi kuasa hukum dari LBH Semarang mengadukan DLH Kota Semarang yang dianggap telah melakukan PHK sepihak.

Sapto menyatakan pemutusan kerja dilakukan karena kontrak kerja Masril sudah habis pada 2018 lalu. Pemutusan kerja dilakukan karena DLH Kota Semarang ingin mempekerjakan tenaga kontrak yang baru/

“Untuk menunjuk tenaga kontrak yang baru ya yang lama harus dievaluasi. Dari hasil evaluasi selama enam bulan, dia tidak diperpanjang lagi. Karena penilaian kerja sela ini dia tidak menunjukan kerja yang bagus,” imbuh Sapto.

Sapto juga menampik tudingan jika Masril tak pernah menerima surat kontrak selama menjalani pekerjaan sebagai penyapu jalan. Ia mengklaim selama dua tahun bekerja, Masril sudah dibekali surat perjanjian kontrak.

“Semua pegawai ada perjanjian kontraknya. (Dia) mestinya ada dong. Kalau tidak ada, kita enggak bisa bayar dia tiap bulannya,” ujar Sapto.

Sapto juga mempertanyakan dugaan maladministrasi yang dilayakan pihak Masril. Ia justru tidak tahu jika tuduhan itu telah dilayangkan ke Ombudsman.

“Maladministrasi yang mana? Dia sering dievaluasi selama enam bulan. Kita enggak pernah meremehkan tenaga penyapu jalan. Kita berikan sesuai haknya. Tapi kita juga tuntut kinerjanya. Membersihkan jalan harus dikerjakan secara tim,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya