Investasi di Semarang Teradang Penurunan Muka Tanah

Ilustrasi rob atau limpasan air laut ke daratan yang kerap menggenangi wilayah pesisir Semarang. (Solopos)
27 Juli 2019 10:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pakar Tata Kota dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Bambang Setyoko menyebutkan penurunan muka tanah di wilayah pesisir Kota Semarang mengakibatkan sebagian investor memindahkan bisnis ke wilayah lain.

Bambang mengatakan sejumlah wilayah yang mengalami penurunan di Semarang adalah kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Bandarharjo, Johar, Kemijen dan Boom Lama. Wilayah tersebut, kata dia dulunya merupakan pokok roda perekonomian Kota Semarang. Namun, keadaan tanah yang tidak stabil membuat banyak investor kini berpikir ulang.

"Sekarang bisa dilihat beberapa perusahaan besar mulai pindah dari kawasan pesisir Semarang. Menurutnya, kawasan pesisir sudah tidak layak untuk dijadikan tempat berbisnis," katanya, Jumat (26/7/2019). Menurutnya, sejumlah pengusaha lainnya lebih memilih memindahkan lokasi berbisnis mereka ke Kawasan Industri Kendal, di Mranggen, Mijen dan juga Gunung Pati.

Adapun penyebab amblesnya beberapa kawasan di Kota Semarang itu antara lain karena menjamurnya bangunan-bangunan, seperti hotel, mal, dan shoping center. "Penyebab lainnya adalah pengambilan air tanah yang tidak terkendali. Hal itu menyebabkan air yang ada di dalam tanah kosong," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa mengukur berapa dalam tanah yang mengalami land settlement setiap tahunnya. Hal itu disebabkan perbedaan struktur tanah yang ada di masing-masing kawasan. "Yang pasti setiap tahunnya tanah di tempat-tempat tadi ada yang ambles," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya