Bupati Kudus Kena OTT, Ganjar Usulkan KPK Berkantor di Jateng

Bupati Kudus Muhammad Tamzil. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
28 Juli 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengusulkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendirikan kantor perwakilan di daerah. Jateng pun siap menjadi provinsi pertama yang menampung kantor perwakilan KPK di daerah itu.

Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Kudus, M. Tamzil, di Kudus, Jumat (26/7/2019).

"Sejak awal saya memimpin Jateng, saya sudah usulkan agar ada perwakilan KPK di daerah. Jateng siap memfasilitasi dan menjadi provinsi pertama yang memiliki perwakilan KPK," ujar Ganjar saat menghadiri prosesi ruwat anak rambut gimbal di Alun-Alun Wonosobo, Sabtu (27/7/2019).

Adanya perwakilan KPK di daerah lanjut dia sangat penting untuk mitigasi korupsi. Setidaknya lanjut dia, KPK di daerah dapat melakukan koordinasi supervisi pencegahan praktik korupsi.

"Kami sudah menawarkan dari dulu, namun belum ada respons. Jogja juga sudah menawarkan dan saya minta Jateng disegerakan. Kalau perlu hari ini dibahas, pekan depan kami siapkan. Kami siap membantu memfasilitasi semua itu secepatnya," tegasnya.

Dengan adanya perwakilan KPK di daerah, maka praktik-praktik korupsi seperti yang terjadi pada Bupati Kudus tidak terjadi.

Ganjar pun mengaku peristiwa OTT Bupati Kudus membuatnya marah dan malu."Ini memalukan, saya dan semua masyarakat Jateng malu. Malu betul. Saya katakan ini nekat dan cenderung ndableg, dengan pengawasan ketat delapan institusi dan keterbukaan masyarakat, masih ada praktik korupsi terjadi," tegasnya.

Pihaknya lanjut Ganjar tak kurang-kurang dalam upaya mitigasi korupsi kepada seluruh kepala daerah di Jateng. Setiap melantik kepala daerah, Ganjar selalu menegaskan soal pentingnya menjaga integritas dan menandatangani pakta integritas.

Soal OTT Kudus lanjut dia, pihaknya sebelumnya memang menaruh perhatian serius kepada Tamzil. Sebab, Kudus dinilai unik karena bupati terpilihnya, Tamzil pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

"Kudus ini unik, karena bupati terpilihnya pernah mengalami hal serupa. Kalau seperti ini kan dia jadi residivis," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya