Baveti Jateng Dikukuhkan, Petenis Muda Didorong Berprestasi

Pengurus Baveti Jawa Tengah Masa Bakti 2019/2024 dikukuhkan di Pendapa Pengabdian, Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Jateng. (Antara/Pemkot Magelang)
29 Juli 2019 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Pengurus Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Jawa Tengah Masa Bakti 2019-2024 dikukukan di Pendapa Pengabdian, Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Jateng. Petenis muda Jateng bakal punya payung lebih kokoh untuk mengukir prestasi.

Baveti bakal mendorong para petenis muda untuk mampu menunjukkan prestasi terbaik sehingga mengharumkan nama Jateng di tingkat regional, nasional, maupun internasional. "Kita prihatin, pemain muda yang harusnya berbicara ke tingkat regional, nasional, maupun internasional, tapi justru tidak bisa berlaga secara regional, misalnya ke ASEAN. Tidak seperti dulu," kata Ketua Umum Baveti Jawa Tengah Sigit Widyonindito dalam keterangan tertulis yang dikutip Kantor Berita Antara di Magelang, Jateng, MInggu (28/7/2019).

Ia mengatakan hal itu terkait dengan pengukuhan pengurus Baveti Jawa Tengah masa bakti 2019-2024 di Pendapa Pengabdian, Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, oleh Ketua Baveti Pusat Theo L. Sambuaga. Sigit yang juga Wali Kota Magelang itu, mengemukakan komitmen Baveti Jateng untuk memajukan olahraga tenis di provinsi tersebut, antara lain dengan turun ke berbagai daerah di Jateng guna memberikan motivasi dan pelatihan kepada petenis junior.

Menurut dia, para petenis andal dari Jateng, seperti Yus Tejo, Hardiman, Atet Wijono, bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda petenis setempat untuk mengembangkan potensi dan menorehkan prestasi terbaik. Mereka, kata dia, para atlet tenis senior yang membanggakan dan pernah mengharumkan nama bangsa hingga tingkat dunia.

Baveti Jateng di bawah kepemimpinannya, katanya, akan segera merumuskan program-program kerja untuk periode 2019-2024, terkait dengan upaya memajukan dan memotivasi olahraga tenis agar kembali berjaya. "Kami akan ke daerah-daerah memberikan motivasi, pelatihan kepada atlet muda agar mereka bisa ikut turnamen tingkat dunia, termasuk mendorong agar fasilitas olahraga tenis ditambah," katanya.

Ketua Baveti Pusat Theo L. Sambuaga mengatakan Baveti merupakan organisasi yang membina prestasi, di samping sebagai wadah komunikasi para atlet senior.  Kegiatan organisasi itu, katanya, bertujuan berbagi serta menularkan pengalaman kepada para petenis junior agar termotivasi untuk berprestasi.

"Kita kerja sama dengan Pelti [Persatuan Lawn Tenis Indonesia] mengadakan pelatihan-pelatihan untuk atlet muda. Kita ingin berkontribusi untuk olahraga ini," kata Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman Kabinet Reformasi Pembangunan 1998-1999 itu.

Meskipun Baveti beranggotakan para petenis yang sudah tidak lagi muda, kisaran usia 40-70 tahun, katanya, mereka masih memiliki semangat bahkan mengikuti berbagai turnamen tenis veteran tingkat nasional maupun internasional.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara