Pengisian Pimpinan OPD di Kudus Dievaluasi

Plt. Bupati Kudus Muhammad Hartopo. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
29 Juli 2019 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Muhammad Hartopo ditunjuk sebagai pelaksana tugas bupati Kudus, Jawa Tengah. Ia berjanji segera mengevaluasi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di pemerintah kabupaten itu menyusul adanya operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Bupati M. Tamzil terkait dugaan jual beli jabatan.

"Rencana pengisian kepala dinas untuk empat organisasi perangkat daerah (OPD) akan kami evaluasi. Pengisian jabatan akan dilakukan secara objektif," kata Plt. Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Jawa Tengah, Senin (29/7/2019).

Ia mengakui belum mengetahui apakah nama-nama pejabat yang sebelumnya mengikuti proses seleksi sudah ditandatangani oleh Bupati Kudus M Tamzil ataukah belum. Jika memang belum ditandatangani, maka akan dievaluasi mengingat belum ada pelantikan. Rencananya, kata Hartopo, akan dilakukan interviu kembali karena pengisiannya harus dilaksanakan secara objektif.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris menyatakan pengisian jabatan tinggi di masingg-masing OPD sudah dilakukan sesuai prosedur. "Hanya saja, belum mengetahui jika terjadi kongkalikong," ujarnya.

Saat itu, kisah dia, proses seleksi pejabat tertinggi di masing-masing OPD Pemkab Kudus dibantu oleh Asisten III Setda Kudus dengan melakukannya sesuai tahapan dan prosedur yang semestinya. Untuk masing-masing OPD, lanjut dia, hanya disajikan tiga nama calon.

"Dari tiga nama, selanjutnya dipilih oleh bupati Kudus karena bukan kewenangan kami memilih," ujarnya.

Ia menegaskan tidak terlibat dalam kasus yang menjerat Bupati Kudus M. Tamzil. "Saya juga tidak pernah berhubungan dengan keuangan, sedangkan dalam proses seleksi jabatan tinggi pratama kami hanya memberikan pertimbangan," ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, KPK sudah menetapkan Bupati Kudus Muhammad Tamzil sebagai tersangka atas dugaan jual beli jabatan di Pemkab Kudus. Terjerat pula dalam kasus tersebut anggota staf khusus Agus Suranto dan Sekretaris Dinas (Sekdin) DPPKAD Akhmad Sofyan.

Ruang kerja yang disegel oleh KPK, Jumat (26/7/2019), yakni ruang kerja bupati Kudus, anggota staf khusus bupati, ruang kerja Sekda Kudus, dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP) telah disisir untuk mendapatkan barang bukti.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara