Ribuan Perusahaan di Jateng Jadi Penghasil Limbah B3

ilustrasi pengolahan limbah pabrik. (Solopos/Dok)
30 Juli 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 1.975 perusahaan di Jawa Tengah (Jateng) berpotensi menghasilkan limbah berbahan berbahaya dan beracun (B3) yang memberikan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jateng, Tri Astusti, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Senin (29/7/2019).

"Hampir setiap industri mengeluarkan limbah B3. Paling banyak ya manufaktur. Tinggal bagaimana pengelolaannya. Perlu ditingkatkan lagi supaya tidak berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Tri.

Tri mengaku saat ini Pemprov Jateng terus berupaya mendorong agar dunia industri di wilayahnya untuk melakukan pengelolaan limbah B3 dengan baik dan benar.

Salah satunya, yakni dengan melakukan sosialisasi pengelolaan limbah B3 dan melaporkan hasil limbahnya kepada DLH Jateng.

Kendati demikian, belum seluruh perusahaan yang berpotensi mengeluarkan limbah B3 itu yang melapor ke DLH Jateng. Dari 1.975 perusahaan yang berpotensi mengeluarkan limbah B3, baru sekitar 500 perusahaan atau 25% yang sudah melapor.

"Kita juga enggak tahu. Mungkin mereka sudah melapor, tapi melalui DLH setempat. Bisa jadi," imbuh Tri.

Kendati demikian, Tri mengaku akan terus berupaya mendorong perusahaan untuk mengelola limbah industri secara baik dan benar. Hal itu dilakukan supaya limbah yang dihasilkan dunia industri tidak kelangsungan hidup masyarakat maupun lingkungannya.

“Sesuai PP 101 Tahun 2014 sebenarnya sudah dijelaskan tentang pengelolaan limbah B3. Namun, mungkin tiap perusahaan SDM-nya berubah-ubah jadi harus terus kita gencarkan sosialisasi. Jika masih membandel ya bisa kita beri teguran hingga pencabutan izin usaha," jelas perempuan berjilbab itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya