Duh, 6 Indikator Demokrasi Jateng Jeblok

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono. (Antara/I.C. Senjaya)
30 Juli 2019 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat adanya enam indikator kinerja Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) provinsi ini pada 2018 masuk dalam kategori buruk. "Masih ada enam indikator kinerja berkategori buruk dengan nilai masih di bawah 60 poin," ungkap Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono di Kota Semarang, Senin (29/7/2019).

Keenam indikator tersebut masing-masing ancaman kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat. Selain itu, tindakan pejabat pemerintahan yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalani ajaran agamanya. "Pada tahun 2018, ada contoh kasus surat edaran pemda, misalnya larangan membuka tempat usaha makan selama Ramadan," katanya.

Selan itu, lanjut dia, indikator tentang ancaman kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis, atau kelompok. Ada pula, indikator tentang demonstrasi yang bersifat kekerasan. Ia juga mengungkapkan banyaknya kebijakan pemerintah daerah yang dinyatakan salah oleh Pengadilan Tata Usaha Negara.

"Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh polisi atau jaksa juga masuk dalam indikator kinerja buruk," katanya.

Menurut dia, pembangunan demokrasi memerlukan data empirik untuk dapat dijadikan landasan pengambilan kebijakan serta perumusan strategi yang spesifik dan akurat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara