Capai Rp4,7 Miliar/Bulan, Zakat Jateng Tertinggi Nasional

Ilustrasi zakat (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
31 Juli 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pencapaian zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah (Jateng) menempati urutan teratas dalam penerimaan zakat secara nasional. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Baznas, Prof. Munzier Suparta, saat menghadiri Baznas Jateng Award di Kota Semarang, Jateng, Senin (29/7/2019).

Saat ini, penerimaan zakat yang diterima Baznas Jawa Tengah dari para aparatur sipil negara (ASN) Jateng dalam satu bulan mencapai Rp4,7 miliar. Sepanjang 2018, Baznas Jateng hanya menerima zakat, infaq, sedekah (ZIS) sekitar Rp31,7 miliar. Namun, tahun 2019 ini potensi ZIS dari para ASN yang diterima Baznas Jateng diperkirakan mencapai Rp56,4 miliar.

Munzier menilai kenaikan penerimaan zakat di Jateng tak bisa dilepaskan dari faktor pemimpin daerah. Di Jateng ada kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo melalui surat edaran terkait pemotongan gaji ASN untuk pembayaran zakat.

"Pertumbuhan zakat di Jateng berada di posisi tertinggi. Ternyata semangat pimpinan pemerintahan memberikan dampak yang luar biasa pada tumbuh kembangnya zakat," kata Munzier, Senin.

Senada diungkapkan Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Daroji. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng itu menuturkan adanya surat edaran (SE) dari Gubernur tentang pemotongan gaji sebesar 2,5% bagi ASN yang berjumlah sekitar 42.679 orang itu sangat berpengaruh bagi penerimaan zakat di provinsi tersebut.

"Total zakat yang diterima Baznas itu digunakan untuk sektor-sektor produktif. Misalnya untuk permodalan usaha tanpa bunga lewat Baznas Micro Finance, beasiswa S1. S2 dan S3, maupun untuk renovasi rumah tidak layak huni," kata Daroji.

Pemanfaatan dana zakat tersebut, lanjut Daroji juga digunakan untuk membantu pengentasan kemiskinan, melalui program dan pelatihan peningkatan kemampuan kerja masyarakat.

Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng tentang potongan langsung dari gaji ASN sebesar 2,5% itu dikeluarkan Ganjar setelah menerima laporan dari Baznas terkait penerimaan serta pemanfaatan zakat sepanjang 2018.

Ganjar yang bertekad menurunkan angka kemiskinan di Jateng berinisiatif memperbesar penerimaan dan distribusi zakat di Jateng. Bahkan dalam enam bulan terakhir saja angka kemiskinan di Jateng turun mencapai 124,2 ribu jiwa.

Ganjar bersyukur inisiatifnya itu ditiru oleh pemerintah kabupaten/kota se-Jateng. Ia pun berharap dengan adanya Baznas Award yang kali pertama itu semakin memantik semangat para kepala daerah.

"Kalau di tingkat pulau Jawa ini [Baznas Award] yang pertama, tapi secara nasional ini yang kedua setelah Sumatra Utara. Tapi saya berterimakasih pada Baznas Jateng, dengan ini ZIS akan dibayar dengan baik dan dikelola secara akuntabel. Karena banyak persoalan yang terselesaikan dengan zakat," kata Ganjar.

Dalam Baznas Jateng Award itu keluar sebagai juara umum adalah Baznas Kabupaten Karanganyar yang menyabet empat penghargaan, yakni kategori ZIS, kategori dukungan kepala daerah, kategori pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ), dan kategori dukungan sarana dan prasarana sekretariat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya