Bupati Tamzil Kena OTT KPK, Ganjar Canangkan Kudus Baru

Plt. Bupati Kudus, Muhammad Hartopo, diperintahkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mencanangkan gerakan Kudus Baru (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
31 Juli 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera berbenah pasca-ditangkapnya Bupati M. Tamzil dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ganjar bahkan telah memerintahkan Wakil Bupati Kudus, M. Hartopo, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus untuk segera  melakukan gerakan Kudus Baru.

“Saya meminta kepada Wakil Bupati Kudus untuk segera mengirimkan surat ke KPK, untuk meminta koordinasi supervisi pencegahan korupsi. Supaya didampingi KPK. Hari Senin [29/7/2019], saya juga meminta pak Bupati menyelenggarakan apel dan berbicara Kudus Baru,” ujar Ganjar, Selasa (30/7/2019).

Kudus Baru yang dimaksud Ganjar yakni dengan mereformasi seluruh pola pikir dan cara kerja aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Pemkab Kudus. Dengan begitu, tidak aka nada lagi titik-titik rawan yang bisa memberikan kesempatan munculkan korupsi baru. "Titik-titik rawan ini harus didampingi oleh KPK dan dibuatkan sistem informasi pengelolaan gratifikasinya, dan pemerintahannya," imbuhnya.

Ganjar menegaskan ada aturan promosi terbuka dan sudah ada UU ASN yang mengatur promosi jabatan tersebut. "Tapi mengapa Pemkab Kudus tidak mau melakukan itu. Padahal ada pansel-nya [panitia seleksi] dan semua transparan. Tapi kalau memang di dalam ASN tidak mendukung, maka negosiasi bawah meja akan berjalan karena saling menikmati. Ini kan perselingkuhan yang sempurna dan dia [Tamzil] menikmati semuanya," beber Ganjar.

Dirinya berharap ada ASN yang merasa terganggu dengan perilaku korup tersebut dan mau melapor agar semua praktik kotor itu bisa terbongkar. “Maka benar sudah terbongkar dan saya yakin ini akan didalami lagi oleh KPK. Dugaan saya tidak akan berhenti di sini [bupatinya] saja,” tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya