Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kudus Diulang Pasca-OTT KPK

Wakil Bupati Kudus Muhammad Hartopo. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
31 Juli 2019 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus berencana melakukan kocok ulang terhadap nama-nama yang dinyatakan lolos seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di Kudus, Jawa Tengah menyusul adanya operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT-KPK) terhadap bupati terkait dugaan jual beli jabatan.

"Untuk transparansi, tiga nama yang dinyatakan lolos seleksi untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama akan dikocok ulang," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Muhammad Hartopo di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2019).

Karena sebelumnya sudah ada assessment (penilaian), kata dia, akan dilihat kembali tiga nama yang disodorkan untuk menduduki jabatan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Tercatat ada empat organisasi perangat daerah (OPD) yang jabatan kepala dinasnya masih kosong. Keempat OPD tersebut, yakni Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kudus.

Ia mengakui sebelumnya ikut melakukan interviu terhadap nama-nama yang dinyatakan lolos penilaian. "Untuk objektivitas, mereka perlu diinterviu kembali," ujarnya.

Ia menargetkan dalam waktu dekat pengisian jabatan tinggi pratama di empat OPD bisa diselesaikan. Terkait masih adanya peserta seleksi yang diperiksa KPK, dimungkinkan akan menjadi pertimbangan sambil menunggu situasinya tenang kembali.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, KPK sudah menetapkan Bupati Kudus Muhammad Tamzil sebagai tersangka atas dugaan jual beli jabatan di Kabupaten Kudus beserta anggota staf khusus Agus Suranto dan Sekretaris Dinas (Sekdin) DPPKAD Akhmad Sofyan. Terkait penangkapan itu, Jumat (26/7/2019), KPK menyegel ruang kerja bupati Kudus, ruang anggota staf khusus bupati, ruang kerja Sekda Kudus, dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara