Kejakti Jateng Digeledah Penyidik Kejakgung

Asisten Bidang Intelijen Kejakti Jateng Ponco Hartanto. (Antara/I.C. Senjaya)
31 Juli 2019 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Penyidik Kejaksaan Agung menggeledah sejumlah ruang di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Peyelidikan Kejakgung di Kantor Kejakti Jateng itu diduga berkaitan dengan penanganan perkara di lembaga tersebut.

Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Ponco Hartanto ketika dimintai konfirmasi di Kota Semarang, Rabu, Jawa Tengah tidak membantah adanya kegiatan oleh penyidik Kejaksaan Agung di tempat kerjanya tersebut. "Ada tim yang datang melaksanakan kegiatan, sejak kemarin," ucapnya.

Namun, Ponco tidak menjelaskan berkaitan dengan kasus dan ruang mana sajakah yang digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung itu. "Yang dituju Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, ruangnya bisa mana saja," ujarnya.

Menurut dia, penjelasan tentang kasus yang sedang ditangani tersebut merupakan domain Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung. Ia meminta perkembangan penyidikan tersebut agar ditunggu hingga prosesnya selesai.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Kantor Berita Antara, penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menggeledah ruang Asistem Bidang Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah. Perkara itu diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara tindak pidana kepabeaan dengan tersangka Surya Soedarma.

Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung sendiri telah melayangkan surat panggilan kepada sejumlah pegawai kejaksaan dalam penanganan perkara itu. Beberapa pegawai kejaksaan yang dipanggil untuk dimintai keterangan itu, antara lain Kasi Penuntutan Aspidsus Kejati Jawa Tengah, jaksa penuntut umum yang menangani perkara itu, hingga petugas Kejaksaan Negeri Semarang.

Adapun perkaran tindak pidana kepabeanan dengan terdakwa Komisaris PT Surya Semarang Sukses Jayatama, Surya Soedaema, sudah diputus oleh Pengadilan Negeri Semarang. Surya yang dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun itu akhirnya dijatuhi putusan dua tahun penjara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara