PLTU Tanjung Jati B Bersiap Ekspansi ke Bisnis Beton

Panorama PLTU Tanjung Jati B. (pln.co.id)
01 Agustus 2019 16:50 WIB Hafiyyan Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membikinkan ancang-ancang PLTU Tanjung Jati B melebarkan sayap bisnis ke produk beton sebagai langkah pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat.

General Manager PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Komang Paramita mengungkapkan perusahaannya berupaya mengelola limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dengan cara yang ramah lingkungan. Salah satunya membuat limbah berupa fly ash dan bottom ash menjadi produk beton seperti paving block, batako, dan beton pracetak.

“Produk tersebut nantinya juga dijual secara komersial. Jadi, selain menjaga lingkungan, proyek tersebut dapat memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya di sela-sela Seminar TJB Infinite 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2019).

Selain untuk bahan bangunan, produk olahan fly ash dapat buat untuk mengecor jalan. PLN sudah bekerja sama dengan Kabupaten Demak dan Universitas Diponegoro untuk uji coba renovasi jalan sepanjang 3,5 km. Saat ini, PLN tengah mengajukan perizinan produksi produk beton dari bahan limbah ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Perizinan tersebut diharapkan dapat keluar pada Agustus 2019, sehingga produksi secara komersial dapat dimulai. “Target kita tahun ini sudah berjalan produksi. Setelah izin keluar, bisa langsung produksi. Perusahaan juga sudah menyiapkan fasilitas pencetakan beton,” imbuhnya.

Menurut Komang, pada tahap awal produksi paving blok diharapkan mencapai 100 unit per hari. Ke depannya, PLN menargetkan kapasitas produksi mencapai 2.000 unit per hari, sehingga limbah fly ash dari PLTU Tanjung Jati B dapat digunakan seluruhnya. Sebelumnya, bahan fly ash juga dijual ke perusahaan semen, sebagai salah satu campuran bahan baku. Namun, permintaan dari produsen semen cenderung stagnan dan menurun.

Oleh karena itu, PLN berupaya mengolah fly ash secara mandiri untuk dikomersialkan. Adapun, terkait model bisnis, Komang mengakui masih dalam tahap pembahasan. Yang terpenting saat ini perusahaan fokus pada tahapan perizinan dan memulai produksi secepatnya.

“Model bisnis apakah dengan anak usaha baru, atau seperti apa akan kami atur. Tentunya kami cenderung untuk bekerja bersama masyarakat. Yang penting bisa dimulai dulu produksinya sesuai izin,” imbuhnya.

PLTU Tanjung Jati B yang terletak di Jepara, Jawa Tengah, mengoperasikan Unit 1 dan unit 2 sebesar 2x661 MW pada 2011. Selanjutnya, pada 2011 PLN menjalankan Unit 3 dan Unit 4 dengan daya serupa, sehingga total daya mencapai 2.664 MW. Saat ini, perusahaan sedang mengembangkan Unit 5 dan Unit 6 berkapasitas 2x1.000 MW.

Apabila seluruhnya rapung, maka PLTU Tanjung Jati B mengoperasikan pembangkit berdaya 4.664 MW, terbesar di Indonesia. Komang mengatakan, progres pengembangan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 sudah mencapai 75%. Diharapkan operasi komersial (COD) dilakukan pada 2021-2022.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis