Ekskavasi Situs Candi Mantingan Tak Ungkap Agama

Pegawai BPCB Provinsi Jawa Tengah melakukan ekskavasi penyelamatan di situs Candi Mantingan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Antara/Heru Suyitno)
01 Agustus 2019 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MUNGKID — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah hingga Kamis (1/8/2019) masih melakukan rescue excavation atau ekskavasi penyelamatan di situs Candi Mantingan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penggalian terstruktur dan metodis sesuai kaidah arkeologi itu dilakukan guna mendapatkan gambaran lebih detail profil candi tersebut.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah Muhammad Junawan mengatakan sifat dari ekskavasi itu adalah ekskavasi penyelamatan atau rescue excavation untuk menyelamatkan data arkeologi yang masih ada di dalam tanah. Pada ekskavasi yang dilakukan di lahan yang akan dibangun kolam ikan koi itu ditemukan profil kaki candi.

"Nanti dari temuan tersebut akan direkonstruksi atau diidentifikasi bagaimana data tersebut sampai kita temukan. Apakah dalam posisi runtuh, kalau runtuh nanti disebabkan oleh apa. Kita juga memiliki target dalam penyelamatan ini adalah untuk mengetahui denah, denah dari bangunan ini," katanya di Magelang, Jateng, Kamis.

Ia mengatakan ekskavasi dilakukan karena dalam survei awal beberapa batuan candi sudah terangkat di permukaan, kemudian dilakukan survei awal dengan penggalian minggu lalu ditemukan struktur candi yang masih tertata, yakni bagian kaki. Ekskavasi kali ini memperdalam detail profil kaki candi, namun ada sedikit kendala oleh debit air yang lumayan deras sehingga harus menggunakan mesin penyedot air.

Ia mengatakan ekskavasi dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (3/8/2019). Berdasarkan hasil temuan tersebut pihaknya belum bisa menyimpulkan dugaan candi tersebut bangunan suci dari agama apa. "Secara akademis ini memang bukti-bukti termasuk latar belakang agama pun belum bisa diketahui karena ciri-ciri dari latar belakang suatu bangunan suci, juga belum kita temukan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara