1.394 Calon Perangkat Desa Kudus Diuji

Ratusan peserta mengikuti ujian computer assisted tes (CAT) untuk seleksi pengisian perangkat desa di GOR Bung Karno, Kudus, Jateng, Kamis (1/8 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
01 Agustus 2019 19:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Sebanyak 1.394 pendaftar mengikuti ujian dengan metode computer assisted tes (CAT) untuk seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (1/8/2019). Sebelumnya, sempat beredar informasi sejumlah desa menghentikan tahapan pengisian perangkat desa itu menyusul ditangkapnya Bupati Muhammad Tamzil dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT-KPK).

Pelaksanaan tes berbasis komputer tersebut dipusatkan di GOR Bung Karno Kudus dengan dilakukan secara bertahap. Ketua Tim Kerja Sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Hariyadi, yang menangani tes itu mengatakan peserta tes CAT sebanyak 1.394 tersebut dibagi menjadi tujuh sesi pelaksanaan tes untuk disesuaikan dengan jumlah peralatannya.

Untuk tahap pertama, kata dia, terdapat 350 peserta yang mengikuti tes seleksi pengisian perangkat desa. Ia menjadwalkan pelaksanaan ujian bermetode CAT Kamis ini berakhir pada pukul 18.00 WIB sehingga jumlah peserta yang hadir dalam tes juga akan diketahui setelah pelaksanaan tes berakhir.

"Setelah peserta selesai mengerjakan bisa langsung mengetahui hasil tesnya karena langsung ditempel di papan pengumuman," ujarnya.

Peserta mendapatkan kesempatan menyelesaikan 100 soal dengan durasi waktu selama satu jam. Materi soal yang diberikan, yakni terkait pengetahuan umum, peraturan perundang-undangan, dan soal tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat desa sesuai lowongan kerja yang diinginkan.

Terkait isu bahwa pelaksanaan CAT diduga ada kecurangan, dia menegaskan dalam pelaksanaannya tidak ada pengaturan soal dan teknologi yang disiapkan juga tidak memungkinkan upaya pengaturan tersebut. "Kami pastikan pelaksanaannya bersih dari kecurangan," ujarnya.

Hasil CAT, katanya, langsung diberikan kepada panitia desa yang menyelenggarakan pengisian perangkat desa. Terkait adanya sejumlah desa yang mundur atau tidak melanjutkan tahapan pengisian perangkat desa, dia mengaku tidak mengetahui hal itu karena hingga sekarang belum ada konfirmasi dari pihak desa terkait itu.

Abdul Kholiq, salah seorang peserta CAT, mengaku bersyukur bisa menyelesaikan ujian dengan lancar dan nilai 74 yang diperolehnya juga memuaskan karena tertinggi dari 19 orang yang memperebutkan jabatan sekretaris desa di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus. Sebelum mengikuti ujian, dia mengakui, mempersiapkan diri dengan belajar sesuai materi yang diujikan, termasuk peraturan perundang-undangan yang menyangkut desa.

"Saya juga berselanjar di internet, termasuk melihat tata cara mengikuti tes CAT di Youtube," ujarnya.

Ari Sahadat, peserta lain CAT itu, juga berhasil mendapatkan nilai 81 atau melampaui batas minimal 60. Ia mengakui sebelum mengikuti tes seleksi memang mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai materi yang akan diujikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

computer assisted tes, seleksi perangkat desa, GOR Bung Karno, ujian perangkat desa, perangkat desa Kudus, perangkat desa Jateng,

Sumber : Antara