367 SMA di Jateng Terapkan Pendidikan Antikorupsi

Ilustrasi pendidikan antikorupsi oleh KPK. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
02 Agustus 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 367 sekolah di Jawa Tengah (Jateng) mulai menerapkan kurikulum antikorupsi sebagai materi pendidikan kepada siswanya pada tahun ajaran baru kali ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan sebelumnya kurikulum antikorupsi diterapkan di 23 SMA dan SMK di Jateng pada Mei lalu. Penerapan di 23 sekolah itu rupanya menarik minat sekolah lainnya untuk menerapkan pendidikan antikorupsi.

"Kita ada 23 sekolah pilot projects sekolah berintegritas. Terus berkembang 367 sekolah yang mendaftar secara sukarela. Dari 367 itu 160 di antaranya SMA Negeri," kata Jumeri, Rabu (31/7/2019).

Jumeri mengatakan 23 sekolah percontohan bakal memberi paparan pada sekolah yang minat untuk melengkapi paparan dari KPK. Setelah itu, setiap 6 bulan sekali akan dilakukan evaluasi. Targetnya 367 sekolah itu bakal mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi di mata pelajaran (mapel), akhir Agustus mendatang.

"Guru-guru yang sudah menyusun silabus atau perencanaan pengajaran antikorupsi yang dimasukkan ke Mapel akan menyampaikan itu. Teman-teman nanti mengembangkan draft dari KPK," katanya.

Penerapan sekolah berbasis kurikulum antikorupsi itu memang dipantau langsung oleh KPK. Anissa Rahmadhany, Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Kedeputian Pencegahan KPK mengatakan pihaknya telah menyiapkan draft sebagai acuan penerapan pendidikan antikorupsi bagi siswa di mata pelajaran.

"Kita sedang mengerjakan proses implementasi karena masih butuh sinergi. Misalnya di PKN, di pendidikan karakter akan dimasukkan di pendidikan ekstrakurikuler. Kemudian kita melakukan sosialisasi lewat media-media kekinian lewat film pendek misalnya," katanya.

Sementara secara kelembagaan sekolah, KPK juga telah menyiapkan draft panduan agar pejabat sekolah tidak terjebak dalam tindak korupsi, seperti pungutan liar.

"Namun yang tidak kalah penting kami juga menyiapkan materi-materi tindak korupsi dalam keseharian. Parkir sembarang tempat, melanggar lalu lintas, membuang sampah sembarangan," katanya.

Selain sekolah, di Jateng gerakan pencegahan korupsi juga lahir di tataran universitas. Bahkan pada Selasa (29/7/2019) kemarin, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengukuhkan 30 Agen Antikorupsi dari kalangan mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya