Terpikat Produk Jateng, Rusia Impor Hingga US$6 Juta

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, turut hadir dalam penandatanganan kerja sama Indonesia dan Rusia di Moscow, Rusia, Kamis (1/8 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
03 Agustus 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Produk Jawa Tengah (Jateng) rupanya menjadi idola saat tampil pada acara Festival Indonesia Moscow (FIM) di Rusia. Bahkan, Pemerintah Rusia sepakat untuk mengimpor sejumlah produk asal Jateng dengan nilai mencapai US$6 juta lebih.

Dalam acara itu juga ditandatangani 10 perjanjian kerja sama investasi dan dagang antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dengan Rusia dalam Indonesia-Russia Business Forum di Moscow, Kamis (1/8/2019).

Untuk kerjasama dagang, Rusia sepakat akan impor berbagai produk. Di antaranya produk kapsul jamu senilai USD5 juta, produk karagenan dan jelly US$55.000 serta produk mebel US$1 juta.

Rusia juga memesan produk gula merah organik senilai total USD100.000 dan produk kerajinan bambu senilai US$6.000.

Forum bisnis ini merupakan rangkaian Festival Indonesia Moscow yang digelar setiap tahun. Pameran produk dan kebudayan ini menyedot 1000 pengunjung dan pengusaha Rusia.

Delegasi Jateng yang dipimpin langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut ambil bagian dalam festival  yang dibuka pada Jumat (2/8/2019). Meski bukan termasuk delegasi dengan personel terbanyak, promosi investasi dan perdagangan Jateng sangat efektif.

Selain berhasil mencatatkan kerja sama ekspor, Jateng juga dilirik investasi di bidang industri dan infrastruktur. Di antaranya dari PT Asia Starch International dan PT Dredolf Indonesia untuk Investasi Industri Starch Terintegrasi senilai 1 miliar Euro. Kemudian dari Evrascon juga berminat menjajaki investasi infrastruktur di Jateng seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.

Menurut Ganjar, panen kerja sama ini tidak mengejutkan. Sebab provinsi yang dipimpinnya saat ini punya daya saing tertinggi di Indonesia. Selain kondisi wilayah yang kondusif, ketersediaan tenaga kerja dengan standar upah kompetitif juga jadi daya Tarik investasi di Jateng.

”Kemarin kita dapat peringkat pertama pada investment award oleh pemerintah pusat,” kata Ganjar.

Pencatatan ekspor di Moscow, lanjut Ganjar, memperkuat ekspor Jateng ke Rusia yang nilainya cenderung naik. Pada tahun 2017 sebesar US$23 juta naik menjadi US$30 juta pada 2018. Komoditi ekspor yang paling banyak diminati Rusia selama ini yakni pakaian jadi bukan rajutan, alas kaki, kayu dan barang dari kayu, barang rajutan, dan perabot penerangan.

Ganjar berharap selama festival yang berlangsung hingga 4 Agustus ini semakin banyak produk Jateng yang bisa dijual di Negeri Beruang Merah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya