Kunjungi 4 Museum di Solo, Mahasiswa UKSW Salatiga Langsung Gelar Pameran Foto

Mahasiswa UKSW memperhatikan foto yang digelar dalam pameran di kampus tersebut, Jumat (2/8 - 2019). (Semarangpos.com/Humas UKSW)
05 Agustus 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Rendahnya ketertarikan generasi muda untuk mengenal sejarah melalui museum membuat sejumlah mahasiswa dan dosen Program Studi  (Prodi) Ilmu Perpustakaan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar pameran fotografi. Pameran bertajuk Jelajah Museum itu digelar di kampus UKSW Salatiga, selama dua hari, Kamis-Jumat (1-2/8/2019).

Sebanyak 130 karya foto dipamerkan dalam pameran itu, Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan FTI UKSW Salatiga, Albertus Pramukti Narendra, mengatakan pameran yang terselenggara tersebut merupakan karya mahasiswa dari mata kuliah Produksi Media yang didampingi satu dosen dan dua asisten. Mata kuliah Produksi Media merupakan mata kuliah baru yang kali pertama dibuka bagi angkatan 2016.

Albertus mengapresiasi hasil karya mahasiswa dan dosen dalam mata kuliah ini yang menurutnya berhasil membawa sejumlah nilai baru di Prodi Ilmu Perpustakaan.

“Hasil foto yang dipamerkan ini mengandung berbagai kekayaan informasi atas kebudayaan yang  tersimpan di berbagai museum. Pengunjung dapat mengenang kembali warisan budaya bangsa yang tersimpan di Keraton Solo, Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka dan Museum Keris,” terang Albertus, Sabtu (3/8/2019).

Albertus menilai kekayaan yang tersimpan di museum merupakan jati diri bangsa Indonesia, sehingga patut dilestarikan dan dikenal oleh generasi muda dewasa ini.

Senada juga disampaikan dosen Produksi Media, Anthony Tumimomor, yang menyebut pemeran ini merupakan hasil studi lapangan mahasiswa ke empat museum di Solo selama satu hari penuh. Dalam kegiatan tersebut terkumpul lebih dari seribu foto yang kemudian dikurasi berdasarkan komposisi, estetika, dan angle sehingga masing-masing mahasiswa berkesempatan memerkan sepuluh karya terbaiknya.

“Museum adalah tempat di mana kita dapat menemukan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dari sana kita dapat belajar berbagai peninggalan yang mengisahkan mengenai kebudayaan dan kehidupan generasi lampau yang merupakan bekal untuk menjalani masa kini serta gambaran mengenai masa depan,” jelas Anthony.

Dosen yang kerap menggelar pameran tunggal ini berharap setelah pengunjung menyaksikan pameran ini akan tertarik dan tergerak untuk mengunjungi museum-museum tersebut sehingga dapat melihat langsung betapa kayaknya kebudayaan Indonesia.

Melalui foto-foto berukuran kurang lebih 25 x 30 cm, pengunjung dapat menyaksikan berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di empat museum di Kota Solo. Sejumlah foto yang memamerkan koleksi museum Radya Pustaka nampak menarik perhatian pengunjung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya