500 Ha Sawah di Banyumas Puso Kekeringan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso. (Antara/Sumarwoto)
06 Agustus 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Kekeringan selama kemarau 2019 ini telah menyebabkan 500 ha sawah bertanaman padi di Banyumas, Jawa Tengah puso. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso mengungkapkan puso akibat kekeringan itu melanda empat kecamatan.

"Tanaman padi yang mengalami puso itu di antaranya berada di Kecamatan Lumbir, Gumelar, Jatilawang, dan Purwojati karena merupakan sawah tadah hujan. Purwojati yang paling banyak," kata Widarso di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).

Menurut dia, sebagian besar tanaman padi sawah tadah hujan di Kabupaten Banyumas yang total luasnya mencapai kisaran 7.500 ha, masih bisa dipanen. Selain itu, kata dia, tanaman padi di area persawahan yang menggunakan irigasi teknis tidak terkendala kekeringan akibat musim kemarau karena masa tanamnya sudah terpola.

"Total potensi panen di Kabupaten Banyumas pada musim tanam kali ini sekitar 30.000 ha," katanya.

Ia mengakui jika banyak petani sawah tadah hujan yang kecele karena mereka mengira masih ada hujan saat musim kemarau seperti tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi ternyata, kata dia, musim kemarau kali ini benar-benar kering sehingga banyak sawah tadah hujan yang mengalami kekeringan.

Terkait dengan hal itu, Widarso mengatakan sebagian petani memanfaatkan sawahnya baik yang tadah hujan maupun irigasi teknis, untuk menanam palawija. "Dari pantauan kami, luasan tanaman palawija khususnya kedelai hingga saat ini mencapai kisaran 1.000 ha, sedangkan kacang hijau dan sebagainya hanya sedikit," katanya.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bulan Agustus diprakirakan sebagai puncak musim kemarau di wilayah Jawa Tengah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara