Ini Alasan PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra...

Pelatih Jafri Sastra dipecat dari kursi pelatih PSIS Semarang. (Instagram jafri.sastra)
08 Agustus 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PSIS Semarang memutuskan untuk mendepak Jafri Sastra dari kursi pelatih kepala. Pelatih asal Padang itu dipecat menyusul rentetan hasil buruk yang dialami PSIS Semarang dalam tiga laga kandang terakhir pada kancah Liga 1 musim 2019.

General Manager PSIS Semarang, Wahyu ‘Liluk’ Winarto, mengaku sebenarnya cukup berat untuk memecat Jafri. Meski demikian, langkah itu harus diambil sebagai bentuk konsekuensi atas hasil evaluasi manajamen terhadal tim dalam beberapa laga terakhir.

“Iya kita memberhentikan Pak Jafri. Itu merupakan [keputusan] dari hasil evaluasi,” ujar Liluk saat dijumpai Semarangpos.com di Mes PSIS Semarang, Jl. Semeru Dalam, Kota Semarang, Kamis (8/8/2019).

Sebagai ganti Jafri, Liluk menyatakan PSIS Semarang akan menunjuk seorang caretaker atau pelatih sementara. Meski demikian, siapa sosok caretaker itu hingga saat ini belum diputuskan.

“Ada tiga kandidat untuk menjadi caretaker. Bisa Bambang Nurdiansyah yang saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik PSIS, Widyantoro yang merupakan asisten pelatih, atau M. Ridwan [Pelatih PSIS U-19]. Ketiganya sekarang kan juga sudah masuk dalam manajemen PSIS,” ujar Liluk.

Kendati demikian, Liluk mengaku tidak menutup kemungkinan caretaker pengganti Jafri itu bisa dipegang sosok dari luar manajemen atau di luar ketiga kandidat yang ada.

Keputusan sosok caretaker itu akan diambil secepatnya, sebelum skuat PSIS Semarang melakoni laga tandang pada lanjutan Liga 1 di markas Semen Padang, 16 Agustus nanti.

“Pastinya secepatnya akan kita putuskan caretaker atau pengganti Pak Jafri. Target awal kita, caretaker sudah bisa menangani PSIS dalam laga away ke Semen Padang,” imbuh Liluk.

Liluk menambahkan keputusan memecat Jafri sebenarnya sangat berat bagi manajemen. Apalagi pada laga terakhir Jafri tidak mendampingi tim karena harus pulang ke kampung halaman menyusul kematian saudara laki-lakinya.

“Tapi, mau bagaimana lagi? Ini merupakan keputusan tim. Sepak bola kan enggak berdasar kepentingan pribadi. Terlebih, sebelumnya kan kita sudah punya target harus sapu bersih laga kandang,” terangnya.

Dalam tiga laga terakhir, PSIS Semarang memang menelan hasil buruk. Skuat berjuluk Mahesa Jenar itu takluk dari lawan-lawannya saat tampil di kandang, Stadion Moch Soebroto.

PSIS Semarang menderita kekalahan dari Persib Bandung 0-1 pada 21 Juli. Lalu, kalah dari PS Tira-Persikabo 0-2, Jumat (2/8/2019) dan terakhir takluk dari Persipura Jayapura 1-3, Selasa (6/8/2019).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya