Pasokan Elpiji 3 Kg di Jateng Ditambah 9% Jelang Iduladha

Ilustrasi aktivitas pengisian elpiji tabung kapasitas 3 kg. (Bisnis)
10 Agustus 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pertamina MOR IV memastikan ketersediaan liquid petrolium gas (LPG/elpiji) menjelang datangnya Harri Iduladha dengan memberikan penambahan pasokan. Pasokan elpiji ditambah hingga 9% atau setara dengan tambahan 99.971 tabung/hari untuk elpiji bersubsidi dan 2% untuk elpiji nonsubsidi di wilayah Jateng.

“Antisipasi kenaikan konsumsi elpiji, Pertamina akan memberikan extra dropping di bulan Agustus secara keseluruhan [elpiji Brightgas 12 kg dan elpiji subsidi 3 kg] sebesar 9% atau setara dengan 3.759 MT dari rata-rata normal 3.454 MT/bulan. Persentase ini dihitung dari kenaikan rata-rata normal harian, yaitu 1.068.329 tabung/hari, di wilayah Jateng.” ujar Unit Manager Communication&CSR Pertamina Marketing Operation Region IV, Andar Titi Lestari, melalui siaran persnya, Jumat (9/8/2019).

Andar menambahkan, khusus untuk elpiji 3 kg, rata-rata harian konsumsi untuk Jateng adalah 1.168.200 tabung/hari. " Selama periode Agustus, kami siapkan extra dropping 99.871 tabung/hari atau setara dengan kenaikan 9%," ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina MOR IV juga telah menggelontorkan extra dropping di beberapa titik di antaranya Kabupaten Semarang sebanyak 24.600 tabung, Kabupaten Bantul 8.400 tabung, Kabupaten Sleman 32.160 tabung, Kota Jogja 17.680 tabung, Kabupaten Grobogan 9.520 tabung, Kabupaten Jepara 8.960 tabung, Kabupaten Kudus 7.840 tabung, Kabupaten Pati 8.960 tabung, Kabupaten Rembang 3.920 tabung dan Kabupaten Demak 6.720 tabung.
 
Untuk elpiji nonsubsidi diperkirakan tidak terjadi peningkatan konsumsi secara berarti. "Meski begitu, kami akan tetap menyiagakan untuk menambah stok LPG NPSO [non subsidi] sebanyak 2% atau menjadi 254MT dari rata-rata konsumsi normal 249MT/bulan," tambahnya.

Ketahanan suplai dan stok elpiji di Jawa Tengah ditunjang dengan keberadaan, 480 agen dan 41.427 pangkalan serta 830 SPBU yang tersebar di wilayah Jateng sebagai alternatif pilihan masyarakat mendapatkan elpiji 3 kg. "SPBU ini sebagai stabilisator yang kami tugaskan layaknya pangkalan yang juga menjual elpiji 3kg sesuai dengan harga HET yang berlaku, yaitu Rp. 15.500, dan mengisi logbook. Sehingga pengguna elpiji 3 kg  juga tetap menyertakan kartu identitas sebagai data," ujarnya.

“Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan Kami harap masyarakat tidak melakukan panic buying terkait isu yang beredar mengenai kelangkaan elpiji. Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan ril pengunaan elpiji 3 kg, apabila dirasa kurang Pertamina akan mensuplai elpiji 3 kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.”jelas Andar.

Selain itu, lanjut Andar, sangat diperlukan adanya dukungan penuh dari masyarakat dalam mengawasi peruntukan elpiji 3 kg bagi rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian elpiji.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis