Rembang, Brebes, dan Kebumen Disiapkan Jadi Kawasan Industri

Ilustrasi persiapan kawasn industri. (Bisnis)
11 Agustus 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan kawasan industri baru di Kebumen, Brebes dan Rembang. Kawasan industri di ketiga daerah itu sat ini saat ini masih tahap studi kelayakan dan peninjauan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Kami pilih Brebes, Kebumen dan Rembang karena ketiga daerah tersebut memiliki potensi yang bagus untuk didirikan kawasan industri baru guna memajukan perekonomian masyarakat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng Arif Sambodo, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, Brebes menjadi wilayah paling potensial. Pasalnya, Brebes bisa menampung luapan Investor dari Jawa Barat yang ingin berinvestasi di Jawa Tengah. "Sementara Kebumen sangat cocok untuk pengembangan agroindustri dan Rembang dipilih karena adanya industri semen disana," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan bahwa kawasan industri yang terintegrasi akan menarik investor menanamkan modal. Di wilayah pantura, telah tersedia jaringan jalan tol dan akses yang dekat menuju pelabuhan.

Menurut Soeko, panggilan akrabnya, kawasan pantura bagian barat yang membentang dari Brebes hingga Semarang, serta kawasan Jateng bagian tengah yang terakses oleh jalan tol yakni Solo dan sekitarnya, memiliki kapasitas untuk mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berupa kawasan industri. Selain didukung oleh infrastruktur, kawasan ini juga memiliki daya dukung lingkungan serta sumber air yang mencukupi untuk kebutuhan tersebut.

“Wilayah di Jawa Tengah yang potensial dibentuk kawasan industri baru terbentang dari jalur pantura bagian barat lalu turun ke Solo dan sekitarnya, mengikuti jalur tol,” ujarnya.

Sementara itu, wilayah pantura Jawa Tengah bagian timur yakni Demak, Kudus, Pati, hingga Rembang, dinilai perlu memetakan potensi ekonomi lain selain industri karena meskipun dari sisi infrastruktur cukup memadai namun daya dukung lingkungan yakni sumber air yang terbatas dinilai kurang mampu mencukupi kebutuhan industri. Posisi wilayah tersebut sebagai lumbung padi di Jateng juga menjadi pertimbangan lain agar tidak saling bertentangan dengan rencana pengembangan kawasan industri.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis