Api di Lereng Sumbing Dijinakkan, Ini Kerugiannya

Ilustrasi tentara bahu membahu bersama para sukarelawan memadamkan api di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (Antara/Kodim Temanggung)
13 Agustus 2019 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, WONOSOBO — Kebakaran yang melalap hutan di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sejak Minggu (11/8/2019) sore bisa dijinakkan Senin (12/8/2019). "Pagi ini tidak terlihat titik api, namun kami tetap melakukan pemantauan," kata Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Wonosobo, Supriyono.

Kebakaran di lereng Gunung Sumbing dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Petak 28 di wilayah Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. "Hingga saat ini kami belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut," katanya.

Menurut dia, upaya pemadaman kebakaran hutan di Petak 28 dilakukan secara manual hingga Senin pukul 01.30 WIB. Upaya menjinakkan api itu melibatkan 84 personel dari kepolisian, Perhutani, warga sekitar, dan para sukarelawan. "Mudah-mudahan kebakaran benar-benar padam, tidak muncul titik api lagi dan kami tetap melakukan pemantauan," katanya.

Sementara itu, dari Magelang, diperoleh laporan kerugian yang disebabkan terbakarnya kawasan lahan hutan milik Perhutani di lereng Gunung Sumbing tersebut. Wakil Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Bagas Avianto, menyebutkan api melalap sekitar 42 ha kawasan hutan milik perusahaan tempatnya bekerka.

Jenis tanaman yang terbakar, menurut Bagas, adalah tegakan rimba campur, ilalang, serasah, dan padang savana berupa rumput kering. Dipaparkannya, kebakaran tersebut terjadi di petak 28E seluas 2 ha berupa tegakan rimba campur ilalang, serasah dan petak 29-1 seluas 40 ha berupa padang savana. Ia mengatakan kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir Rp6,3 juta.

Meskipun api telah padam, petugas Perhutani masih melakukan pemantauan bersama pencinta alam, personel Polsek Sapuran, Koramil Sapuran, Kodim Wonosobo, BPBD, Dinas Kehutanan dan relawan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara