Warga Kaliwungu Tolak Investor Peternakan Ayam 4 Ha, Ini Alasannya…

Spanduk penolakan pendirian peternakan ayam seluas 4 ha dipasang di akses masuk Dusun Bubakan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Antara/Paguyuban Dusun Bubakan Sehat)
13 Agustus 2019 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, UNGARAN — Warga Dusun Bubakan, Desa Mukiran, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menolak rencana pendirian peternakan ayam yang luasnya diperkirakan mencapai 4 ha yang lokasinya tidak jauh dari kawasan permukiman tersebut.

Koordinator Paguyuban Dusun Bubakan Sehat, Mawardi, mengatakan penolakan tersebut lebih disebabkan oleh risiko ancaman kesehatan warga jika peternakan tersebut berdiri. Ia menjelaskan total ada dua peternakan dengan luas masing-masing 4 ha yang akan berdiri di Desa Mukiran.

"Empat hektare masuk di wilayah Dusun Bubakan, 4 ha lainnya di dusun sebelah," katanya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019),.

Ia menjelaskan penolakan tersebut bermula dari ketidakjelasan aturan yang dijadikan dasar pendirian peternakan berskala besar itu. "Dalam aturan dijelaskan jarak minimal sekitar 1.000 m. Tetapi dalam tiap sosialisasi disampaikan jarak dari permukiman hanya 250 m, bahkan kurang dari itu," katanya.

Menurut dia, warga khawatir jarak yang terlalu dekat menyebabkan bau maupun limbah dari peternakan ayam tersebut akan mengganggu kesehatan mereka.

Ia menuturkan investor asal Boyolali yang akan mendirikan peternakan itu menjanjikan metode peternakan modern yang dinilai akan lebih ramah lingkungan. Namun, lanjut dia, jarak yang terlalu dekat tidak memberikan jaminan kesehatan bagi warga meski pengelolaannya dengan sistem modern.

Warga sudah memasang spanduk penolakan di sejumlah jalan masuk ke dusun tersebut. Ia menambahkan ada 171 warga yang terdiri dari sekitar 65 keluarga yang menyatakan menolak pendirian peternakan itu.

Terpisah, Camat Kaliwungu Anang Sukoco membenarkan tentang adanya rencana pendirian peternakan ayam tersebut. Namun, menurut dia, rencana tersebut masih dalam tahap sosialisasi karena memang perizinannya masih dalam proses.

"Kecamatan hanya memfasilitasi sosialisasi dengan masyarakat, proses perizinannya di tingkat kabupaten," katanya.

Ia juga mengakui salah satu persoalan yang disampaikan warga berkaitan dengan rencana pendirian peternakan ini masih seputar aturan yang dijadikan dasar untuk pemberian izin. "Padahal kalau nantinya berdiri diharapkan bisa menyerap tenaga kerja," tambahnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara