Jaksa Tuntut Hak Politik Bupati Jepara Dilucuti

Bupati nonaktif Jepara Ahmad Marzuqi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/8 - 2019). (Antara/I.C. Senjaya)
13 Agustus 2019 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —  Jaksa penuntut umum bukan hanya menuntut bupati nonaktif Jepara Ahmad Marzuqi dihukum selama empat penjara. Jaksa juga menuntut pembayakan denda Rp500 juta dan lebih dari itu, Ahmad Marzuqi juga diminta untuk dicabut haknya dalam dipilih sebagai pejabat publik selama lima tahun.

Tuntutan tersebut disampaikan jaksa penuntut umum Gina Saraswati dalam sidang kasus dugaan suap Ahmad Marzuqi kepada hakim PN Semarang Lasito di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/8/2019). "Menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih sebagai pejabat publik selama lima tahun, terhitung setelah terdakwa menjalani hukumannya," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Aloysius Priharnoto Bayuaji itu.

Penjatuhan hukuman tambahan itu, kata dia, merupakan upaya melindungi publik dari informasi atau fakta tentang terdakwa. "Terdakwa merupakan kepada daerah yang seharusnya memberi teladan bagi masyarakat," tambahnya.

Dalam tuntutannya itu, jaksa juga menolak pengajuan diri Marzuqi untuk menjadi justice collaborator. Jaksa menilai Marzuqi tidak memenuhi kualifikasi sebagai justice collaborator. Terdakwa dianggap terbukti melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No. 31/1999 yang telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ahmad Marzuqi diduga menyuap hakim PN Semarang, Lasito, yang mengadili gugatan praperadilan yang diajukannya pada 2017. Marzuqi terbukti memberikan sejumlah uang kepada Lasito agar permohonan praperadilan tentang penetapan tersangka atas dirinya dibatalkan.

Marzuqi dinilai terbukti memberikan uang senilai Rp500 juta dan US$16.000 kepada Lasito melalui orang suruhannya. Uang suap yang sudah disepakati besarannya tersebut selanjutnya diserahkan di rumah Lasito di Laweyan, Kota Solo, pada 12 November 2018.

Sehari setelah pemberian uang itu, Lasito memutus permohonan praperadilan Marzuqi yang pada pokoknya mengabulkan permohonan pembatalan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan dana bantuan partai politik Kabupaten Jepara.

Atas tuntutan tersebut, hakim memberi kesempatan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara