Bawaslu Jateng Siap Kawal Pilkada Serentak 2020

Warga menggunakan hak suaranya dalam pemilu. (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
14 Agustus 2019 10:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah bertekad mengawal pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang digelar serentak di Jawa Tengah pada 2020 mendatang.

Pilkada serentak itu akan diikuti 21 kabupaten/kota Jateng. Pilkada Jateng 2020 itu merupakan pilkada dengan jumlah peserta terbanyak kedua setelah Pilkada Sumatra Utara dengan jumlah 23 kabupaten/kota.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng Anik Sholihatun mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan sejumlah strategi pengawasan untuk mengawal jalannya Pilkada Jateng 2020 tersebut. "Pilkada Jateng ini akan menjadi fokus nasional, karena jumlah kabupaten/kota yang menggelar pilkada ini terbanyak kedua setelah Sumut," ujar Anik, Selasa (14/8/2019).

Anik mengakui jika perhelatan Pilkada 2020 di Jateng nantinya akan berjalan keras. Karena itulah, kata dia, pihaknya tidak hanya berfokus pada satu atau dua kabupaten/kota yang memiliki potensi kerawanan pelanggaran pemilu paling besar.

"'Secara dinamika, bawaslu percaya di Pilkada ini akan kencang. Namun Bawaslu memperlakukan potensi pelanggaran atau hal-hal yang mengganggu tahapan pilkada itu sama di semua kabupaten kota," tambahnya. 

Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin, menambahkan pengawasan yang dilakukan bawaslu nantinya akan lebih dahulu daripada penyelenggara pemilu. "Penyelenggara masih penyusunan tahapan, bawaslu sudah melakukan pengawasan. Tentunya ini membutuhkan startegi-strategi pengawasan tertentu," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam Pilkada 2020 akan ada perubahan jumlah anggota bawaslu tingkat kabupaten/kota. "Dulu anggotanya tiga orang di seluruh kabupaten/kota. Jumlah ini tidak cukup ideal. Apalagi beberapa kabupaten/kota DPTnya 1 juta lebih. Ini tentu dari sisi personal tidak ideal. Untuk sekarang karena statusnya permanen, jumlahnya kebanyakan lima orang. Kecuali beberapa kota yang memang sisi geografi dan DPT-nya terbilang kecil, masih tiga anggota," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis