Jaksa Sebut Ketua PN Semarang Ikut Terima Uang Suap US$16.000

Hakim Lasito berkonsultasi dengan penasihat hukumnya seusai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/8 - 2019). (Anara/I.C. Senjaya)
14 Agustus 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Jaksa penuntut umum menyebut mantan Ketua Pengadilan Negeri Semarang Purwono Edi Santosa ikut menerima US$16.000 yang diduga berasal dari uang suap Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Hal tersebut terungkap saat jaksa membacakan tuntutan terhadap hakim nonaktif PN Semarang, Lasito, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019).

Jaksa penuntut umum Gina Saraswati mengatakan fakta tersebut didasarkan atas keterangan Lasito yang berkesesuaian dengan saksi dan barang bukti dalam persidangan. Terdakwa Lasito mengaku memberikan US$16.000 yang merupakan bagian dari uang suap bupati Jepara kepada Purwono.

Hal tersebut berkesesuaian dengan kepentingan Purwono dalam kasus Ahmad Marzuqi. "Saksi Purwono mengetahui penerimaan uang dari Ahmad Marzuqi," katanya.

Selain itu, saksi Purwono juga memerintahkan terdakwa menggunakan uang tersebut untuk kepentingan peningkatan akreditasi PN Semarang. Sebelumnya diberitakan, hakim nonaktif PN Semarang Lasito dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan suap dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Selain hukuman badan, jaksa penuntut umum Gina Saraswati dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang juga menuntut terdakwa untuk membayar denda senilai Rp700 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama enam bulan. "Menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," katanya.

Dalam perkara yang disidangkan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Aloysius Priharnoto Bayuaji tersebut, terdakwa terbukti menerima Rp500 juta dan US$16.000 dari bupati Jepara melalui orang suruhannya. Uang suap yang sudah disepakati besarannya tersebut selanjutnya diserahkan di rumah Lasito di Laweyan, Kota Solo pada 12 November 2018.

Sehari setelah pemberian uang itu, hakim Lasito memutus permohonan praperadilan Marzuqi yang pada pokoknya mengabulkan permohonan pembatalan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan dana bantuan partai politik Kabupaten Jepara. Pemberian uang itu, menurut jaksa, patut diduga bertujuan untuk memengaruhi keputusan Lasito sabagai hakim tunggal dalam gugatan praperadilan yang diajukan Marzuqi.

Dalam tuntutannya, jaksa juga menuntut terdakwa untuk mengembalikan uang kerugian negara atas uang suap yang dinikmatinya sebesar Rp350 juta. Lasito sendiri sudah mengembalikan Rp350 juta melalui penyidik KPK pada saat penyidikan.

Atas tuntutan tersebut, hakim memberi kesempatan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara