Ini Cara Jateng Ciptakan 500 Desa Wisata…

Salah satu homestay di Desa Wisata Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (Antara/Wuryanti Puspitasari)
15 Agustus 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan 500 desa wisata dalam jangka waktu empat tahun ke depan. Demi wujudkan ambisi itu, Pemprov Jateng pun telah menyiapkan berbagai strategi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N. Rachmadi, mengaku tidak mudah membuat 500 desa wisata dalam kurun empat tahun ke depan. Apalagi saat ini Jateng baru memiliki sekitar 229 desa wisata atau kurang dari 50% dari target yang dicanangkan.

“Tidak mudah memang. Tapi kami memiliki beberapa strategi. Salah satunya stimulan kepada desa wisata berupa bantuan Rp100 juta – Rp1 miliar. Pemberian stimulan ini mekanismenya sedang kita rumuskan, agar jangan sampai bantuan diberikan tapi tidak ada outcome-nya,” ujar Sinoeng saat dijumpai Semarangpos.com di Hotel Norman, Kota Semarang, Rabu (14/8/2019).

Sinoeng menambahkan, selain stimulan berupa bantuan dana pihaknya juga akan meminta bantuan dunia pendidikan untuk menciptakan desa wisata. Bantuan dunia pendidikan itu bisa berupa mengirimkan mahasiswa ke desa melalui kegiatan KKN tematik untuk menciptakan embrio desa wisata.

“Saya enggak minta mahasiswa yang KKN itu menciptakan desa wisata. Tapi, minimal selama dua bulan di desa, mereka bisa membuat peta potensi wisata dan juga pokdarwis [kelompok sadar wisata]. Tentunya, itu akan mengunggah kesadaran masyarakat desa terkait potensi wisata yang ada di desanya,” beber Sinoeng.

Selain kedua strategi itu, Sinoeng mengaku juga akan menggandeng pihak korporasi dalam mewujudkan 500 desa wisata. Korporasi yang selama ini memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) bisa disalurkan ke desa-desa yang siap bertransformasi ke arah desa wisata.

“CSR itu memang kewenangan masing-masing korporasi. Tapi setidaknya, mereka bisa menginformasikan adanya desa wisata di Jateng,” imbuh mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng itu.

Sinoeng mengatakan untuk mengembangkan desa wisata memang memiliki banyak kendala. Salah satunya adalah pemahaman masyarakat desa yang belum sepenuhnya tertarik dengan sektor pariwisata.

“Oleh karenanya, kita akan melakukan bimtek [bimbingan teknis] ke desa-desa agar masyarakatnya lebih tertarik. Selain itu, kita juga butuh peran media [massa] dalam menginformasikan potensi wisata yang ada di desa,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya