Pemprov Jateng Ingin Perpustakaan Kucica di Jepara Ditiru Daerah Lain

Aktivitas di Perpustakaan Aku Cinta Membaca (Kucica) SDN Wonosari Baru, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (Youtube.com)
15 Agustus 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Perpustakaan Aku Cinta Membaca (Kucica) yang didirikan dan dikelola masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah diharapkan Pemerintah Provinsi Jateng ditiru wilayah lain demi meningkatnya minat baca masyarakat.

"Saya berharap perpustakaan lainnya bisa meniru dan mengembangkan seperti Perpustakaan Kucica, mudah-mudahan menjadi contoh yang baik dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan edukasi, inovasi, dan kreasi kepada masyarakat," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Kota Semarang, Jateng, Senin (12/8/2019).

Perpustakaan Kucica didirikan dan dikelola masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan menggunakan alokasi dana desa sehingga saat ini sudah bisa berkembang serta maju. Perpustakaan Kucica kini memiliki koleksi setidaknya 10.000 judul buku dan eksemplar, bahkan menjadi nomor satu untuk lomba tingkat provinsi.

"Perpustakaan Kucica ini tidak hanya mendongkrak minat baca, namun juga mendorong geliat ekonomi kreatif masyarakat setempat," ujarnya.

Oleh karena itu, atas nama Pemprov Jateng pihaknya mengapresiasi masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jateng yang telah mengelola Perpustakaan Kucica menjadi perpustakaan yang lebih maju dan kreatif. "Perpustakaan ini bukan hanya tempat membaca, namun juga tempat berinovasi dan berkreasi," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Nugroho menambahkan Perpustakaan Kucica sudah berbasis inklusi yang melibatkan berbagai komunitas masyarakat setempat sehingga turut mengembangkan ekonomi kreatifnya. "Perpustakaan Kucica sudah berbasis inklusi, tidak hanya untuk pinjam dan baca buku saja, namun juga untuk pusat kegiatan kreatif masyarakat sekitarnya, Jadi di sana sudah melibatkan berbagai komunitas masyarakat, termasuk juga komunitas dalam pengembangan ekonomi kreatif," ujarnya.

Artinya, komunitas itu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat yang mengakses pengetahuan dalam hal ekonomi dengan berbagai varian bentuk hasilnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara