Duh, 4 Restoran di Semarang Gunakan 570 LPG Subsidi Per Bulan

Tim gabungan Pemkot Semarang dan Pertamina MOR IV menyita tabung elpiji 3 kg di sebuah rumah makan di Semarang, Kamis (15/8 - 2019). (Semarangpos.com/Pertamina MOR IV)
16 Agustus 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Empat rumah makan berskala cukup besar di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi untuk operasionalnya. Bahkan, empat restoran itu diperkirakan mampu menghabiskan 570 tabung elpiji bersubsidi atau ukuran 3 kg setiap bulannya.

Fakta itu terungkap saat tim Monitoring Penggunaan LPG 3 Kg menggelar inspeksi di empat rumah makan di Kota Semarang itu, Kamis (15/9/2019). Dalam inspeksi itu, tim yang terdiri dari gabungan pegawai Pemkot Semarang, Pertamina MOR IV, Hiswana Migas, dan Lembaga Peminaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jateng juga menemukan 47 tabung elpiji 3 kg di empat rumah makan tersebut.

Ketua LP2K Jateng, Ngargono, yang turut serta dalam kegiatan itu pun langsung memberikan arahan dan imbauan kepada pelaku usaha untuk menggunakan elpiji 3 kg sesuai peruntukannya. Ia juga mengajak pelaku usaha untuk segera menukarkan tabung gas elpiji bersubsidi ke tabung nonsubsidi.

“Dengan kegiatan ini mudah-mudahan penggunaan elpiji subsidi bisa tepat sasaran. Pengawasan ini harus tetap dilakukan agar tepat sasaran lagi, karena kalau tidak akan mengurangi hak orang miskin dan kesulitan mencari elpiji bersubisi,” ujar Ngargono, Kamis.

Keempat rumah makan yang berada di daerah Tlogosari, Semarang, yang menjadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) itu tergolong bukan usaha mikro sehingga selayaknya menggunakan elpiji non subsidi.

Sales Eksekutif LPG I Pertamina MOR IV Jateng-DIY, R. Dorojatun Sumantri, mengatakan dalam sidak itu pihaknya juga memberikan trade in atau penukaran tabung elpiji 5,5 kg secara gratis.

“Kami berikan secara gratis penukaran 2 tabung elpiji 3 kg dengan 1 tabung elpiji 5,5 kg. Selama kegiatan ini kami sudah memberikan 25 tabung elpiji 5,5 kg ditukar dengan 47 tabung elpiji 3 kg,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, menyebutkan jika dikalkulasi 4 rumah makan yang menjadi sasaran sidak itu mampu menghabiskan 570 tabung elpiji 3 kg setiap bulannya.

Dengan sidak itu, ia pun berharap bisa menghemat kebutuhan elpiji subsidi di wilayah Kota Semarang dan penggunaan yang tepat sasaran sesuai dengan perundang-undangan.

“Jadi tertulis jelas di tabungnya, kalau hanya untuk masyarakat miskin. Kami harapkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan mampu untuk beralih ke elpiji nonsubsidi. Apabila masyarakat susah mendapatkan elpiji nonsubsidi bisa menghubungi call center kami di 135,” ujar Andar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya