Wisata Edukasi di Magelang: Memerah Susu Kambing Sampai Panen Madu

Kepala Bum-Des Ngargointen, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng, Soim, menunjukkan cara memerah susu kambing etawa, Senin (19/8 - 2019). (Solopos.com/Ginanjar Saputra)
21 Agustus 2019 12:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Solopos.com, SOLO — Desa Wisata Ngargoretno di Kecamatan Salaman, Jawa Tengah (Jateng) menyajikan wisata edukasi bagi pengunjungnya. Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng yang berkunjung ke Desa Wisata Ngargoretno bersama awak media diajak mengunjungi beberapa objek.

Yang pertama, para pengunjung diajak menengok wisata edukasi peternakan kambing etawa. Beberapa wartawan dan pegawai Diskominfo Jateng sempat memerah susu kambing etawa dengan dipandu Kepala Bada Usaha Milik Desa (Bumdes) Ngargointen Ngargoretno, Soim.

Bukan hanya memerah, para pengunjung juga berkesempatan meminum susu kambing etawa yabg baru diperah. Salah satu wartawan dari Magelang yang turut mencicipi, David, mengatakan rasa susu kambing etawa yang baru diperah terasa gurih. "Lebih asin dan gurih dari pada susu biasa [kemasan]," ungkapnya.

Selesai memerah dan menikmati susu kambing etawa, awak media dan jajaran Diskominfo Jateng diajak memanen madu dan mencicipinya langsung. "Enak ya, enggak kental tapi enak," celetuk sejumlah orang yang mencicipi madu. Madu di Desa Wisata Ngargoretno Magelang disebut dengan madu rambutan dihasilkan oleh lebah cerana.


Petani madu di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng, Mutrofin, 30, menunjukkan madu yang ia panen, Senin (20/8/2019) sore. (Solopos.com-Ginanjar Saputra)

Petani madu di desa setempat, Mutrofin, 30, menjelaskan madu miliknya kini dijual secara online. "Saat ini ya masih lewat Facebook," ujarnya kepada wartawan.

Puas memanen madu, kunjungan dilanjutkan ke bukit marmer di lereng Bukit Menoreh. Marmer merah yang cukup langka tak menjulang di lereng Menoreh di Desa Ngargoretno.

Di bukit marmer itu juga terdapat objek bernama Dino Park. Di Dino Park, terdapat batu marmer secara alami menyerupai bentuk dinosaurus. Kepala Bumdes Ngargointen, Soim, menjelaskan objek wisata bukit marmer di lereng Bukit Menoreh akan dijadikan daya tarik utama.


Kesenian tarian di Desa Wisata Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin (19/8/2019) sore. (Solopos.com-Ginanjar Saputra)

Belum berhenti sampai di situ, para pengunjung diajak menengok rumah tua milik Mbah Ponco. Di sana, pengunjung disajikan kesenian desa setempat, yakni tarian diiringi musik rebana.

Soim menjelaskan Desa Wisata Ngargointen Magelang dibilang sebagai wisata edukasi karena para pengunjung akan bisa memahami proses peternakan kambing, budi daya madu, marmer merah yang langka, serta kesenian daerah setempat yang cukup unik. "Jadi masyarakat itu bisa tahu, oh ini caranya memerah susu kambing, ini batu marmer merah," ujarnya.

Untuk menikmati wisata Edukasi di Desa Ngargointen Magelang, pengunjung cukup merogoh kocek senilai Rp400.000 untuk paket wisata bagi 10 orang. Salah satu desa wisata di Jateng itu berjarak sekitar 7 km dari kawasan Borobudur.

Dengan pemandangan indah bukit menoreh, edukasi yang disajikan, udara sejuk khas pegunungan, dan kesenian daerah yang unik membuat Desa Wisata Ngargoretno di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng sangat patut untuk dikunjungi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya