Harga Cabai Rawit Merah di Purwokerto Beranjak Turun

Cabai ditawarkan di pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (Antara/Sumarwoto)
21 Agustus 2019 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Harga cabai rawit merah di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019), beranjak turun meskipun masih tergolong tinggi seiring dengan mulai adanya pasokan dari petani.

"Harga cabai rawit merah saat ini berada pada kisaran Rp82.000/kg setelah sempat bertahan pada kisaran Rp87.000/kg selama dua pekan terakhir," kata Yuni, salah seorang pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Banyumas, Jateng.

Menurut dia, penurunan harga cabai rawit merah tersebut disebabkan mulai ada pasokan dari petani meskipun belum banyak. Ia memperkirakan harga cabai rawit merah akan berangsur turun hingga akhirnya dapat kembali normal karena berdasarkan pemberitaan, petani cabai di sejumlah daerah akan segera memasuki masa panen.

"Dari berita yang saya baca, petani cabai di sejumlah daerah akan segera memasuki masa panen pada bulan Agustus ini. Dengan demikian, pasokannya kembali lancar dan harganya berangsur turun hingga akhirnya seperti semula," tegasnya.

Kendati harga cabai rawit merah mengalami penurunan, Yuni mengatakan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masih bertahan pada kisaran Rp75.000/kg setelah naik dari Rp70.000/kg sejak satu pekan terakhir. Harga cabai rawit hijau, imbuh dia, bahkan sempat bertahan pada kisaran Rp62.000/kg-Rp63.000/kg selama satu pekan terakhir, sejak hari Senin (19/8/2019) naik menjadi Rp67.000/kg.

"Mungkin karena panennya masih sporadis sehingga harganya pun berfluktuasi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Agus Chusaini mengharapkan harga berbagai jenis cabai dapat segera turun seiring dengan datangnya masa panen komoditas hortikultura tersebut sehingga inflasi bisa terkendali. "Kenaikan harga cabai memang cukup tinggi karena mencapai kisaran Rp60.000/kg-Rp80.000/kg untuk masyarakat. Tapi insya Allah pada bulan Agustus ini mulai ada panen di sentra-sentra penghasil cabai, semoga harganya bisa turun," katanya di Purwokerto, Senin (19/8/2019).

Ia mengharapkan dengan adanya panen cabai, harga komoditas hortikultura tersebut dapat lebih terkendali lagi meskipun belum bisa kembali seperti semula. Penurunan harga cabai yang disebabkan adanya panen komoditas tersebut, kata dia, bahkan diharapkan bisa mengakibatkan deflasi.

Kendati harga cabai belum bisa kembali seperti semula, lanjut dia, paling tidak sudah ada penurunan sehingga tidak memberatkan masyarakat. "Perkiraan kami pada bulan Agustus ini sudah mulai ada panen cabai, mungkin harganya belum bisa kembali seperti semula karena baru mulai panen," tegasnya. Ia memperkirakan panen raya cabai akan berlangsung sekitar bulan September hingga Oktober sehingga harga cabai dapat segera terkendali.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara